“Aku pengen jus jeruk, Pap mau sekalian dibikinin nggak?” Faya masih saja tersenyum.Alex menggeleng.“Yakin? Biasanya Pap suka… ini jeruknya segar-segar loh. Barusan aku beli di supermarket. Eh, ya nggak barusan banget sih, yang tadi pas aku ijin Pap mau pergi itu… aku ke supermarket beli buah-buahan,” lanjut Faya. Terdengar ringan, ada nada-nada riang menghiasi senyumnya.Alex menarik napas. Dalam hatinya berseru, ‘Sialan! Kok kayak sengaja banget menjelaskan supermarket. Tempat ketemuan mereka—”“Pap, kok malah melamun, kenapa sih?” Faya terkekeh.Tawa ringan yang di mata Alex tampak mengejek. Dengan kesal, Alex balik badan. Langkahnya lebar-lebar menuju ke kamar di lantai dua.“Loh, Pap marah ya?” Seruan Faya sempat terdengar.Saat mencapai tangga, Alex sempat berhenti, melirik ke belakang. Kalau biasanya, Faya terburu menyusul seraya meminta maaf, tetapi sekarang tidak ada tanda-tanda sosok istrinya itu mendekat.Alex meneruskan langkahnya dengan darah mendidih.Brak! Pintu dibuk
最終更新日 : 2026-06-11 続きを読む