Kami duduk di sebuah meja bundar yang letaknya sangat strategis dan privat, menghadap langsung ke arah taman belakang yang dihiasi lampu-lampu gantung cantik. Pelayan datang dengan sigap membawakan buku menu, tapi Isami langsung mengambil alih tugas itu dengan semangat."Eh, ini apa? Sumpah gue bingung nama-namanya asing!"Shella yang melihatku kebingungan, hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum ke arahku. Dia pasti tahu, aku yang ndeso ini terlalu asing dengan nama-nama menu Italia. "Rafli, ini menu yang enak, ada pistacchio, carbonara, sama veil kalau kamu mau. Veil itu kayak steak, tapi pakai daging khas Italia.""Ah, aku ikut kamu aja. Biar kamu yang pilihin!""Kamu kok ga punya pendirian gitu, sih, ini kamu pilih sendiri aja! Huft, aku udah jelasin menu-menunya, kamu tinggal pilih yang kamu mau."Isami terkikik melihat kami berdua. Dia segera mengambil buku menu yang ada di tanganku, lalu berujar antusias. "Nggak usah pake buku menu, biar gue yang masakin menu spesial o
Last Updated : 2026-01-02 Read more