Aku sengaja memanggil namanya langsung dengan embel-embel embel-embel "Nona" untuk memberikan efek psikologis bahwa aku masih menghormatinya.Nona Shella menuruti perintahku. Dia menarik napas panjang, menatap lurus ke dalam mataku, dan perlahan-lahan getaran di tangannya mulai mereda."Aku takut banget tadi, Rafli, aku pikir aku bakal mati konyol di sana, aku pikir mereka bakal nyeret aku keluar dan,"Suaranya tercekat, dia tidak sanggup melanjutkan kalimat mengerikan itu."Ssshhh, jangan dibayangin lagi. Itu cuma masa lalu yang udah lewat satu jam yang lalu. Sekarang faktanya kamu duduk di sini, minum teh enak, dan ditemenin sama sopir paling ganteng satu komplek."Candaan garingku itu sukses memancing senyum tipis di bibirnya yang pucat."Kamu ini, dalam situasi kayak gini masih aja sempet-sempetnya narsis. Dasar orang kampung!""Biarin kampung, yang penting gesit dan bisa diandelin kan? Coba kalau sopir kamu tadi Pak Ujang, mungkin kamu masih kejebak di sana."Nona Shella tidak me
Last Updated : 2025-12-27 Read more