Alisku terangkat sebelah mendengar penolakan halus dari Isami, karena aku tahu, dia merasa berhutang padaku dan pasti akan menuruti permintaanku untuk memecat kelima-limanya. "Maksud kamu? Bukannya satu tim itu isinya lima orang? Kenapa yang satu harus dipertahankan kalau temannya bobrok semua?""Nah itu dia masalahnya, personel yang kelima ini hari ini nggak masuk kerja, alias absen," jelas Isami dengan nada yang sedikit merendah, menunjukkan simpati."Namanya Pak Tejo. Dia sebenernya orang lama di sini, jujur, dan kerjanya paling bener dibanding yang lain. Tadi sore dia izin mendadak sama gue sambil nangis-nangis karena istrinya masuk ICU dan butuh operasi darurat, makanya dia nggak ada pas kejadian keributan tadi."Aku terdiam sejenak mencerna informasi itu, bayangan Emak di kampung yang juga sedang sakit-sakitan langsung melintas di benakku. "Dia nggak ikutan geng-nya si komandan korup itu?""Enggak sama sekali, justru dia sering dikucilkan sama temen-temennya karena dia nggak mau
Last Updated : 2026-01-03 Read more