Aku menundukkan wajahku mendekat ke arahnya. Aku mengecup keningnya cukup lama, menghirup aroma keringat yang bercampur dengan bau khas percintaan kami. Bibirku menempel di kulit dahinya yang basah, menyalurkan rasa tenang setelah badai gairah yang baru saja kami lewati.Perlahan, aku mengangkat kepalaku kembali.Aku menggerakkan ibu jari tanganku ke dada kirinya. Jempolku menyapu sisa cairan putih itu, mengumpulkannya sedikit demi sedikit untuk membersihkan kulit halusnya."Maaf ya, jadi belepotan gini," ucapku pelan sambil terus menyeka cairan itu. "Tapi dengerin aku. Aku sayang sama kamu, Shell. Sayang banget. Makanya aku nggak mau sembarangan."Aku menatap matanya lekat-lekat, jariku berhenti bergerak di atas payudaranya."Tunggu kita nikah dulu. Nanti kalau udah sah, aku janji bakal isi kamu tiap hari. Mau pagi, siang, malem, bakal aku isi sampe penuh, sampe tumpah-tumpah, sampe kamu bosen," janjiku dengan nada serius tapi menggunakan bahasa yang frontal.Mendengar kata "sayang"
Last Updated : 2026-01-08 Read more