“Lho, Pak Budi ngapain ada di area pemakaman desa pinggiran ini sore-sore begini?” tanyaku dengan penggunaan nada suara yang lumayan keras.Ternyata dia adalah Pak Budi, sopir pribadi Nyonya Alika yang kini bekerja untuk Rafli. Pria paruh baya itu memutar seluruh pergerakan badannya menghadap lurus ke arah posisi berdiriku.“Eh, Mas Rafli sama Non Shella ternyata datang berkunjung juga ke mari hari ini.” Pak Budi membalas sapaanku dengan nada suara yang terdengar sedikit bergetar.Menyadari tatapan mataku, Pak Budi terlihat gugup dan buru-buru menyembunyikan sesuatu ke dalam saku celananya. Tangan kanan pria tua itu bergerak amat sangat cepat memasukkan sebuah benda kecil ke balik kain celana panjangnya. Wajahnya pucat seolah tertangkap basah melakukan kejahatan di depan kami berdua pada sore hari ini.“Bapak barusan masukin wujud barang apaan ke dalem saku celana kain itu?” tanyaku sambil menunjuk lurus ke arah pangkal paha kanannya.“Iya, tangan kanan Bapak tadi kelihatan buru-buru
Última atualização : 2026-03-07 Ler mais