Ko Ahiong sudah berdiri lurus di depan sebuah pintu gudang kecil di ujung jalan ini. Pria paruh baya itu menatap ke arah kami sambil mengangkat tangannya secara tinggi ke udara. Dia melambaikan tangan berulang kali memberikan isyarat pemanggilan kepada kami berdua pagi ini.Aku dan Shella berjalan cepat menghampiri letak posisi Ko Ahiong. Suhu panas terik matahari di pelabuhan ini membuat kulit tubuh kami berdua terasa lumayan perih. Pria paruh baya itu langsung mengajak kami berdua masuk ke dalam bangunan kantor gudang. Ruangan kantor pelabuhan ini berukuran sempit namun memiliki fasilitas pendingin ruangan.“Ayo cepetan masuk ke dalem ruangan ini, Rafli, Shella,” ajak Ko Ahiong sambil menahan daun pintu.“Iya, Ko Ahiong. Udara panas di luar pelabuhan ini beneran bikin kulit lengan aku kerasa perih banget,” keluh Shella melangkah masuk.“Kalian berdua duduk aja di kursi plastik depan meja itu,” suruh Ko Ahiong menutup pintu ruangan kembali.Hawa sejuk dari mesin pendingin udara langs
Última atualização : 2026-03-03 Ler mais