Memasuki area rumah perlindungan menjelang senja, sapuan udara cerah seolah ikut menyambut kepulangan kami. Ketenangan hidup tanpa adanya bayang-bayang ancaman pembunuh bayaran benar-benar memberikan suntikan energi positif. Tanpa membuang banyak waktu, tumpukan tas dan oleh-oleh segera kami angkat ke dalam rumah.Menariknya, begitu pintu depan terbuka, suara ketikan papan tik terdengar bising mendominasi seisi ruangan. Tepat di sudut meja makan, Sora tampak sibuk menatap layar laptop dengan dahi yang berkerut tajam.Mahasiswi daring ini rupanya sedang pontang-panting mengejar tenggat waktu pengumpulan tugas kuliah semester pendek. Jari-jemarinya menari sangat cepat di atas tuts keyboard seakan sedang berpacu melawan putaran jarum jam."Fokus banget nih anak gadis satu, sampai abangnya pulang bawa barang banyak aja nggak disapa sama sekali," godaku melangkah menghampiri mejanya.Demi memberikan sedikit semangat tempur, sekotak oleh-oleh lumpia rebung hangat langsung kutaruh tepat di s
Read more