Lampu-lampu jalanan ibu kota membiaskan pendaran cahaya jingga dan putih yang membelah kegelapan malam. Di dalam kabin sedan mewah yang melaju tenang menyusuri jalan protokol Jakarta, Valerie Collins memegang kemudi. Sesekali, matanya melirik ke arah penumpang di sebelahnya. Dimitri duduk bersandar, menatap lurus ke luar jendela kaca yang gelap. Wajah tampan pemuda itu tampak begitu kaku, namun juga lelah.Saat mobil mulai melambat dan Valerie hendak memutar kemudi masuk menuju pelataran hotel bintang lima—tempat mereka biasa menghabiskan malam—tiba-tiba Dimitri menyentuh jemari Valerie di atas roda kemudi, menahannya."Jangan ke sana," tukas Dimitri.Valerie terkejut. Ia menepi pelan di bahu jalan dekat persimpangan, memutar tubuh menatap Dimitri bingung."Kenapa?" tanya Valerie. "Kamu butuh istirahat."Dimitri memutar kepalanya perlahan, menatap mata Valerie."Malam ini... ikutlah dengan saya," ucap Dimitri. "Kita ke apartemen saya."Deg!Dada Valerie berdesir hebat. Sepasang matan
Read more