Aira duduk bersimpuh di atas karpet, melipat pakaian-pakaian mungil milik EJ satu per satu. Sementara EJ sedang berjalan tak seimbang ke sana kemari. Suara ocehan kecil yang menggemaskan sesekali terdengar dari bibir mungilnya, memecah keheningan sore itu.Aira menoleh, menyunggingkan senyuman manis. "EJ pintar, hati-hati, ya. Tahu ya kalau Mama sedang bersiap-siap?" riang Aira.Adriel melangkah masuk. Ia menghampiri Aira dari belakang. Pria itu merendahkan tubuhnya, lalu melingkarkan kedua lengan di sekeliling pinggang Aira yang masih duduk. Adriel menyandarkan dagunya di bahu istrinya, menghirup dalam-dalam aroma wangi sampo chamomile yang menyeruak dari rambut hitam panjang Aira.Aira terperanjat pelan, menyandarkan belakang kepalanya di dada bidang Adriel. "Adriel..." panggil Aira. "Sejak kapan kamu di sini? Aku sampai tidak mendengar langkah kakimu."Adriel memindahkan posisi kepalanya, mendaratkan sebuah kecupan di leher Aira, yang membuat Aira memejamkan mata."Baru saja, Sayan
Read more