Beranda / Romansa / Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam / Bab 54 Pemilik yang Sebenarnya

Share

Bab 54 Pemilik yang Sebenarnya

Penulis: Dama Mei
last update Tanggal publikasi: 2026-02-20 10:40:46
Tangan Adriel bergerak perlahan, menyelipkan helai rambut yang menutupi wajah Aira ke belakang telinga. Sentuhannya yang hangat di kulit paha Aira yang terekspos membuat gadis itu gemetar. Di dalam perpustakaan yang sunyi itu, hanya ada suara napas mereka yang saling memburu.

"Kenapa kamu membawaku ke sini?" tanya Aira dengan suara yang nyaris hilang.

"Karena di sini tidak ada yang akan mengganggu kita," jawab Adriel. Ia mencondongkan tubuh, mendekatkan wajahnya ke leher Aira, menghirup aroma sa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Lhia Anwar Lhia Anwar
seruh tp nda tahan sm iklan nya...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 367 Menunggu Lama

    "Apa-apaan?" ulang Guntur dengan mata menyipit tajam. "Itu adalah laporan audit rahasia yang saya simpan selama lima tahun terakhir, Pak Hadi."Guntur menatap Pak Hadi tanpa kedip."Tahun 2021, kamu menyalahgunakan dana hibah pembangunan rumah sakit binaan yayasan di Surabaya sebesar dua belas miliar untuk menutup kerugian judi kasino milikmu di Singapura. Perlu saya sebutkan nama rekening penampungnya di Cayman Islands, Hadi?"Pak Hadi seketika terhenyak, peluh dingin mengucur deras di pelipisnya. Ia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.Guntur mengalihkan pandangannya ke arah Pak Badri."Dan kamu, Badri. Dokumen di depanmu itu adalah bukti kepemilikan saham gelapmu di perusahaan cangkang yang menyuplai alat medis ke yayasan kita dengan harga tiga kali lipat lebih mahal. Kamu mengantongi komisi delapan miliar setiap tahun dari proyek tersebut. Apakah kamu mau saya menyerahkan bukti transaksi ini ke KPK pagi ini juga?"Pak Badri menelan ludah. Tangannya bergetar hebat hingga doku

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 366 Integritas Yayasan

    Langkah kursi roda yang didorong oleh Prabu bergulir melintasi lantai marmer mengkilap di koridor utama lantai paling atas Kantor Pusat Yayasan Ragendra. Dua orang pengawal yang menyertai langkah Guntur berhenti di ambang pintu.Guntur Ragendra duduk tegap di atas kursi rodanya, dengan tongkat kayu berkepala perak di dalam genggaman tangan kanannya. Raut wajah tuanya tampak tenang.Brak!Prabu mendorong pintu tersebut hingga terbuka lebar tanpa mengetuknya terlebih dahulu.Sebuah meja jati oval raksasa dikelilingi oleh tujuh orang pria paruh baya dan lanjut usia yang mengenakan setelan jas mewah. Di meja masing-masing, tertumpuk lembaran kertas cetakan surel rahasia yang dikirimkan oleh Valerie beberapa jam yang lalu.Pak Kusuma satu-satunya yang berdiri di ujung meja. Wajahnya merah padam, memegang lembaran kertas di tangannya."Akhirnya Anda datang juga, Tuan Besar Guntur!" seru Pak Kusuma dengan suara nyaring. "Kami pikir Anda sengaja bersembunyi karena tidak sanggup memberikan pen

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 365 Patuh Padamu

    Di tengah ruang keluarga apartemen Dimitri yang temaram, Valerie Collins bersandar pasrah dalam posisi terlentang. Rambutnya berantakan di atas bantal sofa, sementara napasnya terengah pelan.Dimitri duduk bersandar di ujung sofa persis di dekat kepala Valerie. Pria itu bertelanjang dada, memperlihatkan dada bidangnya yang kokoh.Tangan Dimitri yang panjang bergerak perlahan, menyusuri helai demi helai rambut Valerie yang terurai di atas pahanya.Valerie bergerak gelisah, mendongakkan kepalanya untuk menatap garis rahang Dimitri dari bawah."Kamu benar-benar sangat tidak punya rasa kasihan, Dimitri..." desah Valerie. "Kamu menguras seluruh tenagaku dari semalam... sampai subuh begini..."Dimitri tidak langsung berpaling. Pria itu hanya menyunggingkan senyuman tipis yang teramat memikat di sudut bibirnya. Ibu jarinya turun mengelus pipi Valerie yang terasa hangat."Bukankah ini yang kamu inginkan?" tanya Dimitri. "Kamu sendiri yang memohon agar saya menghangatkanmu. Saya hanya memenuhi

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 364 Pertemuan Darurat

    Di ujung meja makan jati panjang yang terukir indah, Guntur Ragendra sedang duduk tenang di atas kursi rodanya. Pria sepuh yang menjadi penguasa tertinggi klan Ragendra itu mengenakan kemeja batik sutra berwarna gelap.Di dekat pintu ruang makan, sosok Lastri berdiri tegap dengan posisi kedua tangan terlipat kaku di depan tubuh. Kepala pelayan senior bersanggul rapi itu hadir memenuhi panggilan sang tuan besar.Guntur meletakkan cangkir, mengusap bibir dengan serbet kain, lalu mendongakkan kepala menatap wanita tua yang telah mengabdi puluhan tahun di kediamannya tersebut."Lastri," panggil Guntur.Lastri membungkukkan tubuhnya sedikit. "Iya, Tuan Besar Guntur. Ada instruksi yang mungkin Anda kehendaki?"Guntur berdehem. "Hari ini, suruh seluruh pelayan untuk segera membersihkan kamar tidur utama di sayap timur."Mendengar instruksi tersebut, Lastri seketika membeku. Kedua matanya membelalak lebar.Kamar tidur utama di sayap timur rumah tua itu bukanlah kamar biasa. Itu adalah kamar a

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 363 Mengikrar Sumpah

    Aira menyandarkan kepalanya di dada bidang Adriel, melingkarkan kedua tangannya secara erat mengelilingi leher suaminya. Napasnya yang perlahan mulai teratur menghirup aroma khas maskulin yang melekat pada tubuh Adriel. Aroma yang selalu menjadi tempat paling menenangkan bagi jiwanya."Adriel..." bisik Aira lirih di dekat leher Adriel."Iya, Sayang?" sahut Adriel lembut. Pria itu menghentikan langkahnya sejenak tepat di ambang pintu kamar utama yang terbuka, menundukkan wajah untuk menatap mata istrinya."Jangan pernah lepaskan aku..." cicit Aira.Adriel menyunggingkan senyum tipis, mengecup kening Aira sebelum melangkah masuk dan menutup pintu kamar. "Tidak akan pernah, Aira. Tidak akan pernah ada satu orang pun yang kubiarkan membawamu pergi dari sisiku."Adriel berjalan mendekati ranjang di tengah ruangan. Dengan kelembutan, ia menurunkan tubuh istrinya di atas hamparan seprai sutra yang empuk. Setelah melepaskan kedua tangan Aira dari lehernya, Adriel hendak memutar tubuh untuk me

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 362 Lebih Tenang

    BAB 362Keheningan malam di lantai dua mansion terasa kian sunyi saat jarum jam dinding menunjuk ke angka dua dini hari. Adriel Varmadeo perlahan membuka mata. Pria itu menghembuskan napas panjang, mengulurkan telapak tangan besarnya ke sisi kasur untuk merengkuh tubuh istrinya.Namun, jemari Adriel hanya menyentuh lembaran seprai sutra yang sudah dingin dan kosong.Dahi Adriel seketika berkerut kencang. Rasa kantuknya mendadak sirna, berganti dengan rasa cemas. Adriel duduk, menyapu pandangan ke sekeliling kamar yang sepi. Aira tidak ada di sana.Dengan gerakan cepat, Adriel bangkit berdiri. Pria itu melangkah tanpa alas kaki keluar menembus pintu kamar utama menuju koridor lantai dua yang sunyi.Di ujung lorong yang remang, sayup-sayup terlihat garis cahaya kuning menerobos keluar dari celah pintu kamar bayi yang sedikit terbuka.Adriel menghentikan langkah. Pria itu berjalan mendekat, lalu mendorong pelan pintu kamar tersebut.Di dalam ruangan beraroma bayi yang menenangkan itu, ta

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 1 Lebih Berguna

    Di depan rumah, sebuah mobil hitam panjang dengan kaca gelap sudah menunggu. Marissa dan Bianca, ibu tiri dan saudari tiri Aira, memperhatikannya dari teras, seolah ini hiburan terbaik mereka dalam setahun terakhir.Sementara Aira menelan ludah, lalu membuka pintu mobil dengan tangan gemetar.“Sela

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 185 Tidak Akan Menyerah

    Uap hangat membubung tinggi di dalam kamar mandi mewah Presidential Suite tersebut. Bathtub marmer berukuran raksasa itu telah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma essential oil mawar dan cendana. Di luar dinding kaca, lampu-lampu Jakarta masih berkedip.Aira duduk di pangkuan Adriel, pungg

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 7 Cara Melindungi Diri

    Restoran privat itu berada di lantai paling atas, sengaja dipesan oleh Leonidas Varmadeo untuk bisa menghabiskan istirahat siang dengan makan siang bersama. Leonidas duduk di tengah, di sisi kanan ada Alexander. Sementara di sisi kiri, Catarina yang paling antusias dengan kebiasaan macam ini.“Kali

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status