Beranda / Romansa / Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam / Bab 54 Pemilik yang Sebenarnya

Share

Bab 54 Pemilik yang Sebenarnya

Penulis: Dama Mei
last update Tanggal publikasi: 2026-02-20 10:40:46
Tangan Adriel bergerak perlahan, menyelipkan helai rambut yang menutupi wajah Aira ke belakang telinga. Sentuhannya yang hangat di kulit paha Aira yang terekspos membuat gadis itu gemetar. Di dalam perpustakaan yang sunyi itu, hanya ada suara napas mereka yang saling memburu.

"Kenapa kamu membawaku ke sini?" tanya Aira dengan suara yang nyaris hilang.

"Karena di sini tidak ada yang akan mengganggu kita," jawab Adriel. Ia mencondongkan tubuh, mendekatkan wajahnya ke leher Aira, menghirup aroma sa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Lhia Anwar Lhia Anwar
seruh tp nda tahan sm iklan nya...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 379 Binar Kejam

    Dimitri berdiri di dekat meja kayu jati milik almarhum ayahnya. Pria muda itu menuangkan cairan cokelat keemasan dari botol kristal ke dalam dua gelas berkaki tinggi.Dimitri membalikkan badan. "Minumlah. Kamu terlihat sedikit gemetar."Valerie menerima gelas kristal itu. Wanita itu meneguk minuman keras tersebut dalam satu tegukan besar, membiarkan rasa hangat menyengat tenggorokannya."Gila... kamu benar-benar gila, Dimitri," ujar Valerie. "Pengawal tua itu hampir membunuhmu tadi. Tapi kamu... kamu bahkan tidak berkedip sedikit pun saat melihat Guntur terkulai sesak napas di kursi rodanya."Dimitri terkekeh. Ia mendekat, mengepung tubuh Valerie di antara dadanya yang bidang dan tepi meja jati."Kenapa harus berkedip?" tutur Dimitri santai, meraba dagu Valerie. "Pria tua itu sudah hampir mati. Dan yang paling penting... kita baru saja memenangkan pertunjukan pertama malam ini."Valerie menatap sepasang mata keabuan Dimitri. Pria muda berdarah dingin ini terpaut usia jauh di bawahnya,

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 378 Kedua Cucu

    Pria sepuh itu meremas dada kirinya. Wajah keriputnya mendadak berubah pucat pasi, diiringi suara desisan napas yang putus-putus."Khh... khh..." Guntur tersengal, hampir kehilangan kesadaran akibat lonjakan tekanan darah.Melihat kondisi majikannya yang mendadak kritis, Prabu yang sejak tadi berdiri mematung seketika menerjang maju dengan kecepatan luar biasa. Tanpa ragu, tangan Prabu mencengkeram kuat kerah kemeja Dimitri. Dengan satu dorongan bertenaga besar, Prabu menghempaskan Dimitri hingga punggung pria muda itu menabrak pilar dengan dentuman keras."Argh!" Dimitri meringis pelan, matanya membelalak kaget."Jaga mulutmu dan tahu diri, Dimitri!" bentak Prabu. Tangan Prabu kian mengetat di kerah kemeja Dimitri.Valerie yang berdiri di samping mereka menjerit kecil, mundur beberapa langkah. "Apa yang kamu lakukan?! Lepaskan dia!"Dimitri berusaha mempertahankan senyum culas di bibirnya, meski napasnya sedikit tersendat akibat cengkeraman kuat di lehernya. Dimitri melirik tajam ke

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 377 Seluruh Pasukan

    Guntur Ragendra masih duduk di atas kursi rodanya di dekat jendela besar yang menghadap ke pelataran depan. Pria sepuh itu belum tertidur. Jemari tangannya mengelus kepala perak tongkat kayunya, sementara matanya menatap kosong ke arah kegelapan malam. Beban pikiran terkait ancaman yayasan, skandal Aira, serta kehadiran Dimitri yang penuh misteri berkumpul menjadi satu di dalam benaknya.Suara derit pintu depan yang terbuka memecah keheningan. Prabu melangkah masuk terlebih dahulu, disusul oleh derap sepatu hak tinggi yang nyaring.Guntur memutar kursi rodanya secara perlahan. Manik mata tuanya menyipit tajam sewaktu melihat sosok wanita yang dibawa masuk oleh Prabu."K-Kamu..." bisik Guntur.Wanita itu menghentikan langkahnya tepat di hadapan kursi roda Guntur."Selamat malam, Tuan Besar Guntur Ragendra," sapa wanita itu."Valerie Collins..." desis Guntur. "Untuk apa mantan tunangan Adriel Varmadeo datang ke rumahku tengah malam begini?!"Valerie terkekeh pelan. "Luar biasa. Daya ing

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 376 Teramat Indah

    Langkah kaki Lastri terdengar begitu pelan saat memandu Dimitri menaiki anak tangga menuju lantai dua sayap timur mansion Ragendra.Lastri berhenti tepat di depan sebuah pintu berbahan kayu mahoni yang terukir indah. Dengan jemari tangan yang agak tremor, wanita tua itu mengeluarkan kunci berlapis kuningan, memutarnya dua kali.Lastri mendorong pintu tersebut perlahan, lalu berdiri menyamping sembari menundukkan kepalanya."I-Ini kamar utama sayap timur, Tuan Muda Dimitri..." tukas Lastri. "Seluruh ruangan sudah dibersihkan, dan sistem pendingin udara serta kamar mandi dalam sudah dipastikan berfungsi."Dimitri melangkah masuk. Sepasang mata keabuan milik pria muda itu menyapu sekeliling interior kamar beratap tinggi tersebut. Kamar bekas peninggalan almarhum ayahnya, Baskara Ragendra, memang luar biasa megah.Dimitri melangkah mendekati meja kerja kayu jati di sudut ruangan, meraba permukaannya yang mengilap. Seulas senyuman puas terukir tipis di bibirnya."Lumayan..." bisik Dimitri

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 375 Pasang Badan

    Mobil berhenti tepat di depan tangga marmer teras utama. Prabu turun terlebih dahulu, memutari bodi mobil, lalu membukakan pintu belakang.Dimitri melangkah keluar. Sepasang matanya yang tajam menyapu setiap sudut pelataran mansion tua tersebut. "Mari, Tuan Muda Dimitri," ajak Prabu sopan sembari merentangkan tangannya mengarah ke pintu utama yang sudah terbuka lebar.Dimitri tidak menjawab. Pria itu menyunggingkan senyuman tipis yang sinis, melangkah santai menaiki anak tangga marmer.Di dalam ruang tamu utama beratap tinggi dengan lampu gantung kristal, Guntur Ragendra sudah duduk menanti di atas kursi rodanya. Seulas senyum terukir di bibir keriputnya sewaktu menyaksikan cucu laki-lakinya melangkah masuk.Di sisi kiri kursi roda Guntur, sosok Lastri berdiri kaku.Dimitri menghentikan langkahnya tepat tiga meter di hadapan Guntur, menyilangkan kedua tangan."Selamat datang di rumahmu, Dimitri," sapa Guntur. "Kakek sangat senang akhirnya kamu mau tinggal di rumah ini."Dimitri terke

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 374 Sampai Tak Bersisa

    Adriel memijat pelipisnya pelan. Pria yang biasanya mampu membuat para pebisnis papan atas gemetar hanya dengan satu tatapan mata itu kini menatap Serafina dengan raut wajah yang sulit diartikan.Adriel memutar pandangannya secara perlahan ke arah Marcus."Kamu asistenku sekaligus kepala pengamanan Varmadeo Group," ucap Adriel. "Jawab aku dengan jujur... apakah kamu pernah ke Ngawi?"Marcus berdehem kaku. Wajahnya kembali dibuat sedatar mungkin, namun sorot matanya yang kosong."Belum pernah, Tuan Adriel," sahut Marcus jujur dan lempeng. "Dalam pemetaan rute pengawalan kita selama sepuluh tahun terakhir, nama Kabupaten Ngawi bahkan tidak pernah masuk ke dalam peta navigasi."Adriel bersandar kembali ke kursi kulitnya, mendesah berat. "Lihat, Serafina. Marcus saja tidak pernah ke sana. Bagaimana bisa kamu mengirim istri dan anakku ke tempat yang bahkan tidak ada di dalam peta operasional tim utama kita?"Serafina tidak berkedip. Wanita itu melangkah maju, meletakkan dokumen merah di at

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 185 Tidak Akan Menyerah

    Uap hangat membubung tinggi di dalam kamar mandi mewah Presidential Suite tersebut. Bathtub marmer berukuran raksasa itu telah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma essential oil mawar dan cendana. Di luar dinding kaca, lampu-lampu Jakarta masih berkedip.Aira duduk di pangkuan Adriel, pungg

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 7 Cara Melindungi Diri

    Restoran privat itu berada di lantai paling atas, sengaja dipesan oleh Leonidas Varmadeo untuk bisa menghabiskan istirahat siang dengan makan siang bersama. Leonidas duduk di tengah, di sisi kanan ada Alexander. Sementara di sisi kiri, Catarina yang paling antusias dengan kebiasaan macam ini.“Kali

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 5 Mimpi Buruk Aira

    Aira mengangkat gaunnya sedikit ketika turun dari mobil. Sementara Adriel langsung berjalan tanpa melihat ke belakang.Aira mengikutinya dari jauh, takut mengganggu jarak yang entah mengapa terasa seperti batas tak tertulis. Begitu ia melangkah masuk ke foyer mansion, para staf rumah sudah berbaris

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status