/ Romansa / Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam / Bab 54 Pemilik yang Sebenarnya

공유

Bab 54 Pemilik yang Sebenarnya

작가: Dama Mei
last update 게시일: 2026-02-20 10:40:46
Tangan Adriel bergerak perlahan, menyelipkan helai rambut yang menutupi wajah Aira ke belakang telinga. Sentuhannya yang hangat di kulit paha Aira yang terekspos membuat gadis itu gemetar. Di dalam perpustakaan yang sunyi itu, hanya ada suara napas mereka yang saling memburu.

"Kenapa kamu membawaku ke sini?" tanya Aira dengan suara yang nyaris hilang.

"Karena di sini tidak ada yang akan mengganggu kita," jawab Adriel. Ia mencondongkan tubuh, mendekatkan wajahnya ke leher Aira, menghirup aroma sa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Lhia Anwar Lhia Anwar
seruh tp nda tahan sm iklan nya...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 373 Marcus Serafina

    BAB 373Langkah kaki Marcus berderap konstan di atas marmer teras utama mansion Varmadeo. Pria berjas gelap itu membetulkan letak jam tangan mewahnya sebelum melangkah mendekati pintu utama. Namun, pergerakannya terhenti sewaktu melihat sosok wanita jangkung sedang berdiri mematung di samping pilar besar.Serafina berdiri sangat tegak dengan kedua tangan terlipat rapi di belakang punggung. Wajah cantiknya begitu datar, dingin, dan nyaris tanpa ekspresi bagaikan patung porselen.Marcus menghentikan langkahnya tepat di samping Serafina."Kamu datang lima menit terlalu awal," ujar Marcus datar, tanpa menoleh. "Setahuku, jadwal rapat dengan Tuan Adriel baru dimulai pukul empat sore."Serafina tidak menggerakkan kepalanya sedikit pun. Pandangan matanya tetap lurus menatap taman depan."Aku datang tujuh menit lebih awal, Marcus," sahut Serafina. "Empat menit lima puluh detik lebih cepat daripada kedatanganmu. Dalam efisiensi kerja, aku unggul tiga ratus persen darimu sore ini."Marcus menai

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 372 Dibenci Sir V

    Deru halus mesin mobil sport berdesain aerodinamis berwarna hitam legam perlahan mereda di pelataran parkir sebuah gedung apartemen supermewah di kawasan SCBD. Dimitri melangkah keluar, membetulkan letak kerah kemeja serba hitamnya. Namun baru tiga langkah Dimitri berjalan menuju pintu kaca lobby, pergerakannya mendadak terhenti.Di dekat pilar besar bernuansa batu alam, tampak Prabu yang menyilangkan kedua tangan di belakang punggung, menunggu dengan posisi tenang.Dimitri menyipitkan matanya."Luar biasa..." sapa Dimitri. "Ternyata anjing penjaga Tuan Besar Guntur Ragendra rela menunggu saya hanya untuk memberikan sambutan sore ini."Prabu tidak terprovokasi. Pria paruh baya itu hanya membungkuk sedikit."Selamat sore, Tuan Muda Dimitri," sapa Prabu.Dimitri terkekeh. "Jangan panggil saya dengan sebutan menjijikkan itu. 'Tuan Muda'? Saya bukan bagian dari kalian. Bicara cepat, ada apa?""Saya datang ke sini untuk menyampaikan mandat dan perintah langsung dari Tuan Besar Guntur Rag

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 371 Selalu Percaya

    Aira duduk bersimpuh di atas karpet, melipat pakaian-pakaian mungil milik EJ satu per satu. Sementara EJ sedang berjalan tak seimbang ke sana kemari. Suara ocehan kecil yang menggemaskan sesekali terdengar dari bibir mungilnya, memecah keheningan sore itu.Aira menoleh, menyunggingkan senyuman manis. "EJ pintar, hati-hati, ya. Tahu ya kalau Mama sedang bersiap-siap?" riang Aira.Adriel melangkah masuk. Ia menghampiri Aira dari belakang. Pria itu merendahkan tubuhnya, lalu melingkarkan kedua lengan di sekeliling pinggang Aira yang masih duduk. Adriel menyandarkan dagunya di bahu istrinya, menghirup dalam-dalam aroma wangi sampo chamomile yang menyeruak dari rambut hitam panjang Aira.Aira terperanjat pelan, menyandarkan belakang kepalanya di dada bidang Adriel. "Adriel..." panggil Aira. "Sejak kapan kamu di sini? Aku sampai tidak mendengar langkah kakimu."Adriel memindahkan posisi kepalanya, mendaratkan sebuah kecupan di leher Aira, yang membuat Aira memejamkan mata."Baru saja, Sayan

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 370 Membebaskan Aira

    Pintu kaca terdorong pelan. Pak Kusuma melangkah masuk dengan terburu-buru. Valerie melepas kacamata hitamnya, menyandarkan punggung ke kursi dengan tatapan meremehkan."Selamat pagi, Pak Kusuma yang terhormat," sapa Valerie. "Bagaimana hasilnya? Apakah si tua Guntur Ragendra sudah jantungan menghadapi amarah seluruh dewan pembina?"Pak Kusuma tidak menjawab. Pria itu menarik kursi di hadapan Valerie dengan kasar, lalu menjatuhkan tubuhnya di sana. Tangannya yang agak gemetar meraih gelas air putih yang ada di meja dan meminumnya hingga kandas.Valerie menaikkan satu alisnya. "Ada apa dengan Anda, Pak Kusuma? Kenapa wajah Anda terlihat seperti baru saja melihat hantu?"Pak Kusuma menatap Valerie dengan pandangan mata yang dipenuhi kemarahan yang tertahan. "Permainan kita gagal," ucap Pak Kusuma."Apa?!" senyum di bibir Valerie seketika sirna. "Gagal bagaimana maksud Anda?! Bukankah dokumen itu sudah ada di tangan Anda?! Bukankah Anda dan para tetua sudah mengepung Guntur?!"Pak Kusuma

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 369 Keputusan Terbaik

    "Jawa Timur?!"Suara Guntur Ragendra melengking tinggi. Wajah tua yang tadinya memancarkan kehangatan itu seketika berubah merah padam.Brak!Guntur menghentakkan ujung tongkat kayunya dengan tenaga yang tak terduga. "Apa-apaan kamu ini, Aira?!" seru Guntur. "Kamu mau membawa cicit Kakek ke daerah terpencil di Jawa Timur?! Apa kamu sudah gila, Nak?! Di mana akal sehatmu?!"Prabu yang mendengar suara hentakan keras dan teriakan melengking sang tuan besar seketika berlari kencang karena mengira ada ancaman bahaya.Dengan napas terengah-engah dan mata menyapu sekeliling gazebo, Prabu langsung berdiri pasang badan di depan kursi roda Guntur."Tuan Besar! Ada apa?! Apakah ada bahaya?!" seru Prabu panik.Guntur mengibaskan tangannya kasar, napasnya naik-turun. "Mundur! Ini urusan Kakek dan cucunya!"Prabu tertegun. Ia melirik Aira yang duduk tenang di hadapan Guntur. "M-Mohon maaf, Tuan Besar. Saya pikir terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan Anda.""Tenang saja, Pak Prabu," tukas Aira

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 368 Paling Damai

    Mobil sedan hitam milik Guntur Ragendra perlahan memasuki gerbang besi tinggi mansion Adriel Varmadeo.Pintu penumpang belakang terbuka. Prabu dengan sigap turun terlebih dahulu, memutari mobil, lalu membuka pintu dan menyiapkan kursi roda untuk sang tuan besar. Guntur Ragendra perlahan memindahkan tubuh ke atas kursi roda, dan menggenggam kuat kepala perak tongkat kayunya.Di ambang pintu utama mansion, sosok Aira sudah berdiri menunggu. Wajahnya yang kemarin sempat pucat kini tampak jauh lebih segar."Kakek," sapa Aira lembut. Wanita muda itu mendekat, menyambut kedatangan sang kakek dengan senyuman tulus. Ia merendahkan tubuh untuk menyalami dan mencium punggung tangan Guntur penuh rasa hormat.Guntur mengulas senyum paling hangat yang dimilikinya. Jemarinya yang agak gemetar terulur mengelus lembut puncak kepala cucu kesayangannya. "Aira... Maafkan Kakek, ya. Kakek datang terlambat dari jam yang Kakek janjikan kemarin."Aira mengangguk pelan. "Tidak apa-apa, Kakek. Aira tahu Kakek

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 7 Cara Melindungi Diri

    Restoran privat itu berada di lantai paling atas, sengaja dipesan oleh Leonidas Varmadeo untuk bisa menghabiskan istirahat siang dengan makan siang bersama. Leonidas duduk di tengah, di sisi kanan ada Alexander. Sementara di sisi kiri, Catarina yang paling antusias dengan kebiasaan macam ini.“Kali

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 5 Mimpi Buruk Aira

    Aira mengangkat gaunnya sedikit ketika turun dari mobil. Sementara Adriel langsung berjalan tanpa melihat ke belakang.Aira mengikutinya dari jauh, takut mengganggu jarak yang entah mengapa terasa seperti batas tak tertulis. Begitu ia melangkah masuk ke foyer mansion, para staf rumah sudah berbaris

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 4 Jika Tidak Menolak

    Aira masih duduk di kursi yang disediakan untuknya. Ia masih bisa merasakan tatapan tamu-tamu yang menertawakannya di aula tadi.“Aira, duduklah di sisi Adriel,” tukas Leonidas. Suaranya yang berat membuat Aira sedikit tersentak.Aira terbelalak kecil. Adriel menoleh sebentar, ekspresinya datar. Ta

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status