Clara menoleh tajam ke arah Alex. “Mencarimu?” ulangnya, nada suaranya jelas tidak percaya.Belum sempat Alex menjawab, pintu mobil mereka sudah dibuka paksa dari sisi kiri. Seorang pria berjas hitam mengetuk atap mobil dengan gagang pistol, wajahnya dingin tanpa ekspresi.“Turun,” perintahnya singkat.Clara refleks hendak membuka pintu, namun tangan Alex lebih dulu bergerak, menahan pergelangan tangannya dengan sentuhan ringan.“Tetap di dalam,” ucap Alex pelan, nyaris berbisik. “Dan jangan panik.”Nada suaranya terlalu tenang untuk situasi seperti ini. Clara menelan ludah. Entah kenapa, ia justru memilih untuk menurut.Alex membuka pintu dan turun dari mobil.Lampu-lampu mobil hitam menyala terang, membentuk setengah lingkaran yang mengurung mereka. Enam pria keluar hampir bersamaan. Gerakan mereka rapi, disiplin jelas bukan preman jalanan.“Alex,” salah satu dari mereka menyebut namanya. “Ikut kami. Jangan membuat masalah.”Alex menatap mereka satu per satu. Seragam jas hitam, earp
Read more