Ragu-ragu kudekatkan kembali ponsel ke telinga. Demi tetap dapat memperdengarkan sikap patuh, sebelum berkata-kata, aku aturlah ritme pernapasan, membuatnya setenang mungkin.Sekarang aku sudah siap. "Maaf Tuan Muda, tadi polisi membawaku ke Polsek. Jadi...."Namun, sebuah suara tiba-tiba menyela, "Bara, ini aku, Nyonya Nola.""Oh maaf-maaf, aku pikir..." Ada perubahan mendadak yang terjadi dalam diri ini hingga membuatku mendadak kehilangan kata. Tapi hanya sebentar. "Iya, Nyonya, tadi aku tidak sempat lagi tau bagaimana keadaan Nyonya Besar. Tapi tadi itu Nona Agnes dan anak buahnya kok, yang bawa aku ke Polsek sini. Maksudku, apakah Nona Agnes belum kasih kabar ke kalian tentang Nyonya Besar yang masih di Queen's Jewelry sana?""Sudah, baru saja. Kami sudah di Queen's Jewelry sini malahan. Tapi itu Bara, Ibu baru akan pulang kalau bareng kamu, katanya. Kamu di mana sih? Agnes bilang, kamu sudah dibebaskan, bukan?"Aku mendesah lega. Apa pun itu, setidaknya tidak ada hal atau perk
Terakhir Diperbarui : 2026-01-31 Baca selengkapnya