"Jangan ngawur kau Nola sialan! Jauhkan pandanganmu, apa yang kau perhatikan, ha? Dasar tidak tahu malu!""Siapa yang ngawur, aku, oh ya? Lalu, kenapa lele tak berkumis di bawah sana masih tegak lurus seperti anak lesung? Ayo ngaku... kamu pengen ituan lagi sama aku, 'kan? Yuk, aku juga masih pengen, kok, hm?""Nola, sudah kukatakan, menjauhlah dariku! Lagipula, mau keras kek, mau tiang listrik kek, apa urusannya denganmu! Sudah, jangan berlagak, cepat tunjukkan, apa buktinya kalau kamu tidak berbohong!""Halah, munafik, jelas-jelas masih keras, masih saja juga tidak mau mengaku, huh, dasar payah!"Yang aku khawatirkan pada akhirnya terbukti juga. Nyonya Nola pasti akan berpikiran ke arah sana saat menyadari bahwa joniku sudah 'full charge' lagi. Tapi syukurlah, sekarang dia sudah keluar dari kamar mandi ini. Aku baru menyusul setelah lebih dulu membersihkan badan juga.Nyonya Nola sudah selesai berganti pakaian. Sekarang dia berdiri di jendela kamar yang terbuka. "Kau lihat, pemanda
Terakhir Diperbarui : 2026-02-07 Baca selengkapnya