Bab 79Tanpa dekor megah, tanpa makan malam berlampu lilin, namun suasana pantai itu terasa hangat dan intim. Langit mulai berwarna jingga pucat, laut berkilau memantulkan cahaya senja, dan angin membawa aroma asin yang menenangkan. Suara ombak yang berdebur pelan seolah menjadi saksi dari momen yang tidak direncanakan, tapi terasa tepat.Sabrina berdiri sedikit menjauh, senyum haru terbit perlahan di wajahnya saat Jonas berlutut di atas pasir yang lembap. Pria itu mengeluarkan sebuah kotak beludru merah marun, membukanya dengan tangan yang sedikit bergetar—bukan gugup, melainkan penuh keyakinan.Amanda tertegun. Kedua tangannya refleks menutup mulut, matanya membulat sebelum akhirnya berkaca-kaca. Saat Jonas menyelipkan cincin berlian itu ke jari manisnya, air mata Amanda luruh tanpa bisa ditahan.“Terima kasih, Sayang,” ucapnya lirih, suara itu bergetar oleh emosi yang meluap.Amanda menatap jarinya, mengangkat tangan sedikit seolah tak percaya, cahaya senja memantul pada berlian ya
Terakhir Diperbarui : 2026-02-10 Baca selengkapnya