Safira tetap terdiam. Ia memalingkan wajah, berusaha menghindari tatapan itu, berharap situasi ini bisa mereda dengan sendirinya. Namun, keheningan justru terasa semakin menekan. Di hadapannya, Adrian tersenyum tipis. Senyum yang tenang, tetapi menyimpan maksud yang sulit di tebak.Perlahan, pria itu berdiri lebih tegak. Tangannya terangkat, lalu menyentuh pipi Safira tanpa peringatan. Sentuhan itu membuat tubuh Safira menegang seketika. Jemarinya sendiri saling bertaut erat di pangkuan, menahan gemetar yang mulai terasa.Ujung jari Adrian bergerak pelan menyusuri sisi wajahnya. Ringan, lembut, tetapi cukup untuk meninggalkan sensasi hangat yang menjalar hingga ke tengkuk. Safira menahan napas. Jari itu berhenti di dagunya. Lalu bergeser ke bibirnya, menyentuh dan mengusap perlahan dengan gerakan sensual.“Kenapa hanya diam?” Suara Adrian semakin membuat jantung Safira berdebar tidak karuan. “Safira …” Adrian masih membelai bi
최신 업데이트 : 2026-02-16 더 보기