Sore itu Safira sengaja menghabiskan waktunya di dapur. Bukan karena diminta, melainkan karena rasa bosan yang perlahan menumpuk sejak beberapa hari terakhir ia tinggal di rumah Vivian. Di rumah sebesar ini, ia nyaris tak memiliki peran apapun. Semua pekerjaan rumah telah ditangani orang lain.Setiap pagi para pekerja datang, menjalankan tugasnya dengan cekatan, lalu pergi begitu pekerjaan mereka sudah selesai. Rumah kembali lengang, rapi, dan terasa terlalu tenang. Tak ada yang benar-benar tinggal, selain tukang kebun dan satpam yang berjaga di gerbang depan rumah Vivian.Safira mengaduk pelan isi mangkuk di hadapannya, mencoba menikmati kesibukan kecil itu, hingga sebuah suara memecah lamunannya.“Safira, kamu sedang apa?”Safira tersentak, lalu cepat menoleh. Ia langsung tersenyum ketika mendapati Vivian berdiri di ambang dapur. Seperti biasa, wanita itu tampak rapi dan anggun meski hanya mengenakan pakaian rumahan sederhana, kesan elegan yang seolah melekat alami pada dirinya. “A
Terakhir Diperbarui : 2025-12-08 Baca selengkapnya