“Oh begitu, aku baru aja tiba di sini kok. Tadinya aku ke toilet,” ujar ku.“Oh ya, Ryan. Besok jadikan ke rumah, melanjutkan pengerjaan kolam ikan itu? Soalnya lubang untuk kolam itu telah selesai dibuat, begitu pula dengan bahan-bahan yang dibutuhkan udah tersedia di sana,” tanya Desy.“Tentu saja jadi, Desy. Kan aku udah janji sama kamu, apalagi galian kolam itu telah selesai serta bahan-bahannya udah ada.” jawab ku.“Besok kamu mau dimasakan apa? Biar nanti aku bilang sama pembantuku.” tanya Desy lagi.“Apa saja boleh, Desy. Nggak usahlah terlalu repot-repot, lagian semua makanan dan masakan di rumahmu itu enak-enak kok.” puji ku.“Kirain ada masakan yang paling kamu sukai,” ujar Desy.“Sama aja Desy, kecuali lagi di desa aku paling suka dengan goreng lele buatan Ibuku.” tutur ku.“Hemmm... Ya iyalah buatan Ibu selalu lebih lezat dari siapapun, sayangnya Mama nggak pernah memasak sekalipun di rumah. Mungkin karena ada pembantu-pembantu itu,” ujar Desy yang seperti iri pada ku.“Ya
Read more