“Kenapa bisa begitu, Bu?”“Maksud kamu apa, Ryan?”“Maksudku, kenapa aku yang Ibu pilih untuk melakukan semua itu?” jawab ku balik bertanya.“Entahlah, aku juga nggak habis pikir. Yang pasti setiap kali melihatmu, hasrat itu muncul bahkan melebihi saat aku bertemu dengan suamiku,” jawab Bu Dola jujur, sementara Ryan kaget mendengarnya.Dalam hati ku berkata apakah Guru yang cantik itu mencintai ku? Dan apakah itu yang dinamakan cinta sebenarnya? Haruskah disertai dengan berhubungan badan pula? Sebagai orang yang benar-benar belum memahami arti cinta yang sesungguhnya, tentu saja aku selalu bertanya-tanya dalam hati akan semua itu.“Ayo, tambah lagi Ryan?!” sambung Bu Dola saat melihat nasi di piring muridnya itu telah habis.“Makasih Bu, ini udah cukup. Aku udah kenyang,” ucap ku.Kami tampak meninggalkan meja makan, melangkah ke ruang tamu, Bu Dola menyalakan televisi, sambil nonton mereka pun kembali terlibat percakapan.“Bagaimana kabar Desy, kekasih mu itu Ryan?” tanya Bu Dola sam
Last Updated : 2026-01-20 Read more