Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 15. Fantasi Liar

Share

Bab 15. Fantasi Liar

Author: Andy Lorenza
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-18 01:37:46

Sepulang dari sekolah ketika berada di kos, aku yang hidup mandiri mengerjakan segala sesuatunya sendiri yaitu mencuci baju, memasak dan berbelanja keperluan sehari-hari di pasar atau toko-toko kebutuhan sehari-sehari yang ada di kawasan tempat tinggalku.

*****

Siang itu setelah bel tanda istirahat belajar berbunyi, aku yang memang sudah terbiasa ke perpustakaan begitu ke luar dari ruang kelas langsung menuju perpustakaan sekolah.

Jika hari-hari sebelumnya aku fokus mencari dan membaca buku-buk
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 138. Nasehat Pak Syamsul

    “Makanya Ayahmu bagi Om bukan hanya sekedar teman biasa, tapi lebih dari itu. Oh ya, bagaimana dengan kamu, Ryan apakah kamu lulus dengan nilai yang tinggi di sekolah?” tanya Pak Syamsul.“Alhamdulilah Syam, Ryan mendapatkan nilai tertinggi ketiga dan menjadi siswa undangan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri ternama di kota itu.” Ayah yang menjawab.“Wah, bagus itu! Terus bagaimana, apakah urusan kuliahmu itu udah selesai? Karenakan harus daftar ulang dulu sebelum kegiatan kuliah dimulai?” Pak Syamsul kembali bertanya.“Udah selesai semuanya Om, tinggal menunggu waktu kuliah dimulai saja. Semua biaya semester pertama dan almamater telah aku lunasi dan rencananya aku akan kembali 4 hari lagi, soalnya minggu depan kegiatan kuliah akan dimulai.” jawab ku.“Udah lunas? Memangnya Mas Ardi punya simpanan uang untuk melunasi biaya yang dibutuhkan Ryan untuk daftar ulang itu?” kali ini Pak Syamsul bertanya pada Ayah.“Ada sih simpanan uangku hasil panen beberapa bulan yang lalu, tapi buka

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 137. Kerja Keras Dan Nasib

    “Iya Mbak, aku juga berharap demikian. Sejak istri Tuan yang dulu meninggal, Tuan Bram tak pernah terlihat sesemangat ini. Apalagi pergi ke tempat beginian, kesehariannya selalu ia habiskan waktu di kantor. Katanya jika berada di rumah lama-lama, pikirannya selalu tertuju pada almarhumah istrinya.” tutur Bi Sumi.“Kasihan juga melihatnya, begitu sabarnya Tuan Bram menghadapi Nyonya Dola yang hingga kini masih tak bisa menerima Tuan sebagai suaminya.” ucap Bi Lastri.Sementara di meja yang lain Bram dan Dola pun tampak ngobrol sambil menikmati makan malam mereka, obrolan mereka tak lagi menjurus pada masa lalu yang tentunya membuat masing-masing merasa sedih dan kembali trouma, hingga malam mulai larut pun mereka masih di lantai atas itu menikmati pesona danau.Hanya rasa kantuk yang melerai kebetahan mereka di lantai atas hotel itu, hingga mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar beristirahat, memang diakui Dola suasana di sana mampu merefres pikirannya yang sempat dirundung kesedi

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 136. Di Pinggiran Danau

    “Kamu sering ke sini ya, Bram?” justru Dola yang memulai pembicaraan, dan hal itu tentu membuat Bram senang.“Sering sih nggak, tapi aku pernah ke sini. Kamu sendiri?” Bram balik bertanya.“Aku nggak pernah ke sini, paling juga seringnya duduk-duduk di pinggir pantai.” jawab Dola.“Gimana, indah nggak suasana di sini?” tanya Bram, Dola anggukan kepala sembari tersenyum.“Di sini pesonanya indah dan lebih sejuk, mungkin efek hutan-hutan yang ada di sekeliling danau ini. Udaranya juga sangat segar!” ucap Dola, sembari mengitari pandangannya ke sekeliling danau.“Terakhir aku ke sini dulu dengan Yanti,” ujar Bram dengan tatapan lurus ke tengah danau.“Yanti? Siapa dia?” tanya Dola.“Dia istriku yang meninggal tahun yang lalu itu, sejak saat itulah aku nggak pernah lagi ke tempat ini.” jawab Bram yang nampak sekali menahan kesedihan di raut wajahnya.“Maaf, aku nggak bermaksud membuatmu sedih dengan pertanyaanku barusan.” ucap Dola merasa tak enak.“Nggak apa-apa, Dola. Aku udah dapat me

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 135. Asal Jangan Dimadu

    Eva hanya senyum-senyum saja saat tubuhnya dibopong dan dibaringkan di ranjang kamar itu, ia juga merasa heran karena tumben-tumbennya Rangga tak sabaran begitu. Biasanya juga Eva yang selalu memancingnya untuk bercinta, itu pun terkadang pancingannya jarang berhasil, karena Rangga sering tak ada mutnya untuk berhubungan.Sentuhan-sentuhan Rangga semakin liar, sempat membuat Eva dibakar gejolak api asmara, namun ia meragukan suaminya itu akan bertahan lama diranjang seperti yang kerap terjadi dan ia alami. Dugaan Eva tak meleset, Rangga hanya mampu bertahan sebentar saja, bahkan lebih cepat dari biasanya.Mungkin dipengaruhi gejolak yang terlalu meledak-ledak, hingga Rangga tak mampu memberi kepuasan lebih pada istrinya, namun Eva memaklumi hal itu dan baginya tak ada masalah, karena bagaimana pun juga Rangga adalah suaminya yang sah, Ayah dari anak-anak mereka.Eva membiarkan tubuh suaminya yang terbaring lemas di ranjang, dan tak lama Rangga pun tertidur. Mama-mama cantik itu ke kam

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 134. Suami Eva Pulang

    “Apa yang dikatakan Mama mu itu benar, Siska. Butuh peran orang tua dalam membimbing putra-putri mereka! Orang tua tak perlu malu menjelaskan soal perilaku sex dan pergaulan bebas, pada anak-anak mereka yang akan menginjak dewasa. Karena dampaknya benar-benar buruk untuk masa depan mereka nantinya, Papa juga salah telah mengabaikan itu semua.” tambah Pak Indra menarik napas merasa menyesal dengan sikapnya yang selama ini tak begitu perhatian pada putri semata wayangnya itu.“Kalau boleh Bibi tahu, gimana ceritanya hingga kamu memutuskan bercerai dengan Rudi?” kali ini Bi Minah yang bertanya, karena sejak tadi Siska hanya nampak diam mendengar nasehat kedua orang tuanya.“Sejak awal aku udah mengetahui kebiasaan buruk Rudi, Bi. Namun aku tetap saja ngotot, dan aku pikir ia benar-benar mau merubah kebiasaan buruknya itu setelah menikah dengannya tapi aku salah Bi, dia sama sekali tak berubah. Janji-janji yang ia ucapkan hanya pemanis kata di bibir saja,” ujar Siska.“Kebiasaan buruk yan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 133. Di Ibu Kota

    Itu berawal sejak aku tak mampu membendung godaan dari Dola Guru ku sendiri, untuk bercinta di bekas gudang perpustakaan sekolah. Sejak saat itu hingga sekarang ini, hubungan badan layaknya pasangan suami istri merupakan hal yang tak asing lagi bagi ku, bahkan aku merasa ketagihan dan takan mampu membendung saat gejolak itu telah menguasai diri ku.*****Ibu Kota sore itu diselimuti mendung, gerimis yang sejak tadi turun kini semakin rapat, hanya hitungan menit saja hujan lebatpun mengguyur seluaruh kawasan kota Jakarta itu. Beruntung Pak Syamsul dan Intan telah selesai dengan urusan mereka di sebuah kampus kedokteran ternama di sana, hingga saat itu mereka hanya nampak duduk-duduk santai saja di ruangan tengah rumah Vina adik paling bungsu dari Bu Karmila.Vina pun saat itu sudah pulang dari tokonya, karena ia pun telah mengetahui cuaca selepas siang sudah mulai tidak bersahabat, yang tinggal ditokonya itu beberapa orang karyawannya saja. Vina salah satu pemilik toko pakaian grosiran

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 39. Cerita Bi Lastri

    Sepulang dari sekolah kembali aku dibawa Dola ke rumahnya, rencana ku saat itu akan melanjutkan pekerjaan yang kemarin siang terbengkalai membuat saluran pembuangan air.“Ryan, sebelum melanjutkan pekerjaanmu yang kemarin ada baiknya kita makan siang dulu!” ujar Dola.“Ya Tante,” ulas ku yang baru

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 36. Surat Singkat Tante Dewi

    Aku sempat tersenyum getir, saat aku menyantap hidangan lezat di meja bersama Om Ramlan dan sekeluarga, karena aku ingat dulu Tante Dewi pernah memperlakukan ku begitu rendah dan hina saat tinggal di rumah megah itu, dengan hanya menyediakan nasi perasan kerak serta secuil sambal sewaktu pulang dar

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 37. Diajak Keliling Kota

    “Saking sibuknya aku kerja akhir-akhir ini, hingga membuatku harus tetap kerja di hari minggu. Kadang sampai jam 9 malam baru pulang, ya mau gimana lagi memang begitu kerja di perusahaan real estate,” tutur Cindy lagi-lagi ia berdusta.“Oke, aku akan coba untuk ngertiin kamu. Tapi please, malam min

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 34. Gairah Di Kamar Dola

    “Memangnya Om mu kerja di mana?” tanya Dola.“Dia memiliki perusahaan karet di kota ini, Tante.”“Oh, ternyata mereka golongan orang yang berduit juga ya? Pantas aja Tantemu itu bersikap sombong begitu,” ujar Dola dengan raut wajah geram.“Nggak semua orang kaya di kota ini sombong, contohnya Tante

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status