ホーム / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 15. Fantasi Liar

共有

Bab 15. Fantasi Liar

作者: Andy Lorenza
last update 公開日: 2026-01-18 01:37:46

Sepulang dari sekolah ketika berada di kos, aku yang hidup mandiri mengerjakan segala sesuatunya sendiri yaitu mencuci baju, memasak dan berbelanja keperluan sehari-hari di pasar atau toko-toko kebutuhan sehari-sehari yang ada di kawasan tempat tinggalku.

*****

Siang itu setelah bel tanda istirahat belajar berbunyi, aku yang memang sudah terbiasa ke perpustakaan begitu ke luar dari ruang kelas langsung menuju perpustakaan sekolah.

Jika hari-hari sebelumnya aku fokus mencari dan membaca buku-buk
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 141. Prinsip Hidup Eva

    “Iya, semua yang Tante katakan itu memang benar adanya. Hingga sekarang aku masih merasakan sakitnya harus menghindar demi kebahagiaan Tante Dola dengan Mas Bram. Aku akui benar-benar bodoh telah melibatkan perasaanku padanya, hingga aku merasa seperti hilang kepercayaan untuk menaruh hati kembali pada seorang wanita.” ulas ku sambil menahan kepedihan yang aku rasakan, karena perasaan ku telah terlanjur menyanyangi mantan Guru ku itu, dan harus diakhiri secara paksa demi kebahagiaan wanita yang aku sayangi itu.“Hemmmm... Sudahlah Ryan! Tak perlu kamu larutkan perasaanmu yang aku tahu memang pahit dan menyakitkan, namun usiamu masih sangat muda untuk memahami segala permasalahan itu. Seperti yang kamu katakan tujuan utamamu datang ke kota ini, hanya untuk melanjutkan pendidikanmu, jadi tetaplah fokus ke sana jangan dulu libatkan perasaan apalagi pada wanita yang usianya jauh lebih tua dari kamu, dan rumit urusannya untuk ke depannya!” tutur Eva.“Ya, apa yang dikatakan Tante memang be

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 140. Merasa Bodoh

    Eva kembali lanjutkan makannya, kali ini lebih lengkap dengan sepiring nasi yang aku ambilkan, Eva benar-benar begitu lahap makannya, karena lele goreng buatan Ibu ku itu benar-benar lezat, ditambah lagi dengan suasana hujan lebat saat itu.“Gimana kabarnya di desa Ryan? Kedua orang tuamu baik-baik aja?” tanya Eva.“Baik-baik aja Tante.” jawab ku.“Hampir dua minggu kamu di desa, kamu ngapain aja di sana?” tanya Eva lagi.“Ya bantu-bantu orang tua aja, Tante. Terus sehari sehari mau kembali ke sini mancing lele-lele ini, lalu dimasak Ibu.” tutur ku.“Dua hari selepas kamu ke desa, Mas Rangga pulang. Aku dibuatnya kaget karena nggak biasanya ia pulang tanpa memberitahuku terlebih dahulu, katanya sih biar surprise!” ujar Eva.“Oh, jadi suami Tante itu sekarang berada di sini?” tanya ku.“Udah kembali lagi sih, 3 hari yang lalu. Itu terbilang lama dia di sini, biasanya juga paling lama 1 minggu udah balik lagi ke singapura.” tutur Eva selesaikan makannya, saat ia hendak membawa piring da

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 139. Tiba Di Kos-kosan

    “Wah, nggak usah Om! Aku kan memang niatnya membantu bukan bekerja mengharapkan gaji.” tolak ku. “Om juga memberikan ini bukan sebagai gaji, tapi lebih dari tanda terima kasih karena kamu telah membantu Om. Dan karena Om udah dibantu, nah sekarang kami pula yang balik membantumu. Bukan begitu, Mila?” ujar Pak Syamsul sembari bertanya pada istrinya, Bu Karmila anggukan kepala sembari tersenyum.“Om harap kamu mau menerimanya! Jika kamu belum membutuhnya sekarang, kamu masukan ke dalam tabunganmu aja! Sewaktu-waktu kamu butuh, kamu bisa pergunakan.” tutur Pak Syamsul, aku melirik pada Ayah, dan Ayah pun memberi kode anggukan kepala agar menerima pemberian dari sahabatnya itu.“Baiklah aku terima, makasih banyak ya Om, Tante.” ucap ku.“Iya sama-sama, Ryan.” ulas Pak Syamsul dan Bu Karmila.****Hari itu Kota P cuaca cukup buruk, meskipun hujan lebat baru datang selepas tengah hari, namun sejak tadi pagi gerimis tak henti-hentinya turun disertai hujan dan angin kencang. Aku tiba di term

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 138. Nasehat Pak Syamsul

    “Makanya Ayahmu bagi Om bukan hanya sekedar teman biasa, tapi lebih dari itu. Oh ya, bagaimana dengan kamu, Ryan apakah kamu lulus dengan nilai yang tinggi di sekolah?” tanya Pak Syamsul.“Alhamdulilah Syam, Ryan mendapatkan nilai tertinggi ketiga dan menjadi siswa undangan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri ternama di kota itu.” Ayah yang menjawab.“Wah, bagus itu! Terus bagaimana, apakah urusan kuliahmu itu udah selesai? Karenakan harus daftar ulang dulu sebelum kegiatan kuliah dimulai?” Pak Syamsul kembali bertanya.“Udah selesai semuanya Om, tinggal menunggu waktu kuliah dimulai saja. Semua biaya semester pertama dan almamater telah aku lunasi dan rencananya aku akan kembali 4 hari lagi, soalnya minggu depan kegiatan kuliah akan dimulai.” jawab ku.“Udah lunas? Memangnya Mas Ardi punya simpanan uang untuk melunasi biaya yang dibutuhkan Ryan untuk daftar ulang itu?” kali ini Pak Syamsul bertanya pada Ayah.“Ada sih simpanan uangku hasil panen beberapa bulan yang lalu, tapi buka

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 137. Kerja Keras Dan Nasib

    “Iya Mbak, aku juga berharap demikian. Sejak istri Tuan yang dulu meninggal, Tuan Bram tak pernah terlihat sesemangat ini. Apalagi pergi ke tempat beginian, kesehariannya selalu ia habiskan waktu di kantor. Katanya jika berada di rumah lama-lama, pikirannya selalu tertuju pada almarhumah istrinya.” tutur Bi Sumi.“Kasihan juga melihatnya, begitu sabarnya Tuan Bram menghadapi Nyonya Dola yang hingga kini masih tak bisa menerima Tuan sebagai suaminya.” ucap Bi Lastri.Sementara di meja yang lain Bram dan Dola pun tampak ngobrol sambil menikmati makan malam mereka, obrolan mereka tak lagi menjurus pada masa lalu yang tentunya membuat masing-masing merasa sedih dan kembali trouma, hingga malam mulai larut pun mereka masih di lantai atas itu menikmati pesona danau.Hanya rasa kantuk yang melerai kebetahan mereka di lantai atas hotel itu, hingga mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar beristirahat, memang diakui Dola suasana di sana mampu merefres pikirannya yang sempat dirundung kesedi

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 136. Di Pinggiran Danau

    “Kamu sering ke sini ya, Bram?” justru Dola yang memulai pembicaraan, dan hal itu tentu membuat Bram senang.“Sering sih nggak, tapi aku pernah ke sini. Kamu sendiri?” Bram balik bertanya.“Aku nggak pernah ke sini, paling juga seringnya duduk-duduk di pinggir pantai.” jawab Dola.“Gimana, indah nggak suasana di sini?” tanya Bram, Dola anggukan kepala sembari tersenyum.“Di sini pesonanya indah dan lebih sejuk, mungkin efek hutan-hutan yang ada di sekeliling danau ini. Udaranya juga sangat segar!” ucap Dola, sembari mengitari pandangannya ke sekeliling danau.“Terakhir aku ke sini dulu dengan Yanti,” ujar Bram dengan tatapan lurus ke tengah danau.“Yanti? Siapa dia?” tanya Dola.“Dia istriku yang meninggal tahun yang lalu itu, sejak saat itulah aku nggak pernah lagi ke tempat ini.” jawab Bram yang nampak sekali menahan kesedihan di raut wajahnya.“Maaf, aku nggak bermaksud membuatmu sedih dengan pertanyaanku barusan.” ucap Dola merasa tak enak.“Nggak apa-apa, Dola. Aku udah dapat me

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 28. Bu Dola Tak Rela

    “Aku baru bekerja 3 hari ini, Bu. Kemarin aku butuh uang untuk penambah bayar sewa kosku, yang bulan ini orang tuaku di desa hanya bisa mengirim uang untuk membayar SPP saja. Sementara untuk bayar sewa kos masih kurang Rp. 10.000,- makanya aku cari kerja di pasar untuk menutupinya,” jelas ku, menye

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 25. Lani Merasa Senang

    Malam itu di rumah Bu Dola kedatangan seorang pria yang telah hampir sebulan tidak mengunjungi Guru cantik itu, pria yang bernama Deni itu merupakan suaminya yang baru kembali dari luar kota. Harusnya ada kehangatan tersendiri saat mereka berkumpul kembali, namun hal yang terlihat justru sebaliknya

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 24. Ketulusan Lani

    “Nggak ada apa-apa,” ujar ku.“Lalu kenapa berhenti?”“Aku rasa kita udah bertindak terlalu jauh, buat aku sih nggk akan jadi masalah tapi buat kamu nantinya bisa jadi masalah besar yang tentu akan menjadi sebuah penyesalan,” jawab ku menahan semua hasrat yang tadi sulit aku bendung, Lani kembali d

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 22. Curhat

    “Sebagai wanita normal tentu saja rasa itu ada, tapi jika bersamanya lebih baik tidak melakukan sama sekali. Kebencian yang tumbuh di hati, lebih besar dari hasrat ingin bercinta.”“Bi Lastri benar, jika di hati sudah mulai muncul sesuatu yang tak lagi harmonis rasanya dengan pasangan takan pernah

    last update最終更新日 : 2026-03-20
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status