Inicio / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 13. Diantar Ke Kos

Compartir

Bab 13. Diantar Ke Kos

Autor: Andy Lorenza
last update Fecha de publicación: 2026-01-17 01:13:00

“Jadi hal ini Bu Dola lakukan sebagai balasan terhadap yang telah dilakukan suami Ibu itu?” Tanyaku terkejut, Bu Dola menggelengkan kepalanya sembari sunggingkan senyum manisnya kembali.

“Hemmm, tentu saja nggaklah Ryan. Aku melakukannya karena memang menginginkannya, tak ada kaitannya dengan balas dendam atau apapun itu. Yang jelas aku tak pernah melakukannya pada pria lain selain suamiku selama ini, entah apa yang membuatku tak dapat menahannya saat tak sengaja bersentuhan denganmu beberapa w
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 198. Gadis Sopan Dan Sederhana

    Karena hari sudah semakin sore, kami pun sama-sama ingin pulang ke kediaman kami masing-masing, terlihat kami saling bersalaman saat tiba di depan mall menuju tempat parkir kendaraan, Rido yang saat itu diajak salaman oleh ku nampak murungkan wajahnya, seolah-olah bocah laki-laki itu tidak ingin berpisah dan masih ingin bermain-main dengan ku.Untuk menenangkan hatinya, aku pun sempat kembali menggendongnya dengan bujukan suatu saat akan menemuinya lagi, akhirnya Rido dapat dibawa Dola dengan wajah yang kembali ceria ke tempat Guru cantik itu memarkirkan mobilnya. Kami pun berpisah di halaman mall itu, Dola kembali ke rumahnya sementara aku diantar Eva kembali ke kos-kosan.Hanya Bi Lastri yang tahu jika nama putra Dola itu di ambil dari nama ku dan Nyonya nya itu sendiri, hanya saja Dola tak mungkin juga menulis nama putranya dengan Rydo yang berarti Ryan dan Dola, meskipun huruf Y diganti dengan I namun makna nama Rido itu jelas-jelas Dola tunjukan pada ku dan dirinya sendiri, hal i

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 197. Bertemu Dola Di Mall

    Tak disangka saat Eva dan aku ke luar dari salah satu ruangan di dalam mall, kami berpapasan dengan Dola yang tengah membimbing bocah laki-laki berusaha 3 tahun, tentu saja momen itu membuat kami kaget sekaligus gembira karena sudah lama sekali kami tak pernah bertemu satu dengan yang lainnya.Eva dan aku mengajak Dola serta Bi Lastri yang saat itu menemaninya ke sebuah ruangan tempat minum-minum dan bersantai di dalam mall itu, dan di sanalah kami terlibat obrolan.“Dola, ini putramu?” tanya Eva mengawali obrolan.“Iya Eva, namanya Rido.” jawab Eva.“Wah, tampan sekali! Udah berapa usia Rido sekarang?” tanya Eva lagi.“Udah masuk 3 tahun.” jawab Dola.Aku yang duduk di sebelah kiri Dola ulurkan tangan pada Rido, bocah laki-laki itu terlihat senang saat aku mengoyang-goyang kaki bocah itu dengan tangan ku. Bahkan kedua tangan bocah itu sempat ia rentangkan agar aku menggendongnya, melihat hal itu tentu saja aku langsung merespon sambil meminta ijin pada Dola untuk menggendong Rido. Do

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 196. Sebagai Manager Pemasaran

    Sekitar lebih kurang 15 menit kemudian sampai lah kami di tempat parkiran sebuah kantor perusahaan yang terbesar di Kota P itu, Eva dan aku pun segera menuju dan masuk ke dalam kantor setelah dipersilahkan oleh security di sana, bahkan salah seorang security di kantor itu mengantar kami hingga depan pintu ruangan pimpinan perusahaan.Pintu ruangan Direktur perusahaan itu pun diketuk oleh Eva, seorang wanita tak kalah cantik dan tak jauh beda usianya dengan Eva membukakan pintu.“Jeng Eva..! Ryan...! Mari silahkan masuk!” seru wanita cantik itu yang tidak lain adalah Clara begitu gembiranya menyambut kami.“Makasih jeng.” ucap Eva lalu ia dan aku pun masuk ke dalam ruangan direktur perusahaan itu.Sebelum kami duduk Clara terlihat menelpon seseorang, sekitar 5 menitan duduk di ruangan itu seseorang yang tadi ditelpon Clara pun datang ke sana sambil membawa beberapa gelas minuman segar, setelah minuman-minuman itu diletakan di meja di hadapan kami, pelayan kantor itu pun segera meningga

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 195. Surprise Buat Ku

    Sore itu juga aku memutuskan untuk datang ke cafe, kalau-kalau di sana nanti aku bakal mendapatkan informasi tentang yang aku resahkan mengenai sikap Eva yang tak seperti biasanya itu. Setibanya di cafe perasaan ku semakin tak enak, karena cafe itu sangat sepi tak seperti biasanya pula.“Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa cafe ini sepi, pada ke mana teman-teman di sini? Jika memang cafe ini tak dibuka, kenapa menu-menu terlihat lebih lengkap di tempat biasanya!” pikir ku dalam hati, aku pun duduk di sebuah kursi sembari terus memikirkan keanehan yang terjadi itu.Di tengah-tengah aku terpaku dengan rasa keterheranan serta kecemasan, tiba-tiba dari dalam ruangan yang biasa ditempati Eva ke luar sekelompok orang yang tentunya tak asing lagi bagi ku.“Hore..! Selamat Wisuda..!” seru mereka menghampiri ku bersama-sama.Aku sangat kaget dan merasa surprise, karena memang Eva serta semua karyawan cafe itu ternyata telah mempersiapkan kejutan itu untuk menyambut kedatangan ku. Ruangan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 194. Acara Wisuda Ku

    “Ah, Mas Ardi terlalu memuji. Di kota ini banyak rumah yang lebih megah dan lebih besar dari rumah ini Mas,” ujar Om Ramlan.Ayah dan keluarga pun dipersilahkan duduk di ruang tengah, kami kembali lanjutkan obrolan sembari menunggu para pembantu menyediakan minuman dan makanan ringan.“Tempat kosmu jauh ya dari rumah Om mu ini, Ryan?” tanya Ibu.“Lumayan jauh Bu, butuh 2 kali naik angkot.” jawab ku.“Lalu kampusmu itu dari kos-kosan berapa jauh lagi?” kali ini Ayah ku yang bertanya.“Nggak jauh kok Ayah, hanya berjarak 150 meteran.” jawab ku.“Mas dan Mbak nggak perlu kuatir, besok pagi kita berangkat ke sana dengan mobilku. Jadi palingan hanya 20 menitan kita udah sampai di kampus tempat digelarnya acara wisuda Ryan,” tutur Om Ramlan.“Nggak terasa ya Mbak, Ryan udah wisuda aja. Rasanya belum lama Ryan berada di kota ini,” ujar Tante Dewi pada Ibu.“Iya Dewi, kami juga merasa begitu dan kami nggak menduga Ryan bisa juga melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Dulunya kami

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 193. Bercak Darah Di Seprei

    Berbeda dengan Rini yang juga telah wisuda tahun yang lalu, ia sama sekali tak memperdulikan apa kata orang-orang terhadap ku, baginya aku tetap sosok yang paling ker dan menyenangkan dalam bergaul. Meskipun sejak awal bertemu dan kenal dengan ku, ia tak bisa memungkiri hatinya jika dirinya mencintai ku.Rasa itu Rini pendam dalam-dalam karena ia tahu aku yang pernah merasa sakit akan kegagalan hubungan ku dengan mantan Guru ku, akan sulit untuk diharapkan melabuhkan perasaannya di hati pria yang seakan membeku seperti batu itu. Namun sebelum ia wisuda dan meninggalkan kampus kembali ke daerah tempat tinggalnya, Rini berhasil juga mendapatkan sesuatu yang akan menjadi kenangan terindah antara dirinya dan aku.Waktu itu malam minggu dua hari sebelum acara wisudanya, entah kenapa ia berhasil mengajak ku jalan, dan berlabuh di sebuah hotel. Padahal awalnya kami hanya duduk santai di tepian pantai sambil menikmati makanan dan minuman segar, yang tersedia di tempat kami duduk itu berupa ca

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 57. Kembali Ke Kota P

    “Aku udah nggak tinggal di sana lagi, Aldo.” jawab Cindy.“Kok bisa begitu? Kamu pindah ke mana?” Cindy tak segera menjawab ia mencoba menarik napas yang seketika terasa berat, ia tak tahu harus memulai dari mana, tiba-tiba saja ia dilanda keraguan.“Loh, kok kamu diam saja Cindy? Kamu nggak mau ya

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 56. Sederhana Namun Bahagia

    “Lele goreng Ibu benar-benar lezat! Sudah lama aku nggak pernah menikmati makanan selezat yang Ibu masak ini,” puji ku, membuat Ibu tersanjung.“Memangnya di kota nggak pernah kamu temui ikan lele yang dimasak seperti yang Ibumu masak, Ryan?” tanya Ayah.“Ada sih lele goreng, tapi lele nya bukan le

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 55. Keceriaan Di Desa

    “Berangkat jam berapa tadi, Nak?” tanya Ibu yang tak dapat menyembunyikan rasa kangen pada ku putra sulungnya.“Dari terminal bus jam 8 pagi, Bu.” jawab ku yang telah duduk di ruang depan bersama kedua orang tua dan adik-adik ku.“Oh ya Bu, Ayah! Aku berhasil meraih rangking 1 di kelas dan naik ke

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 38. Kenyaman Hati Dola

    “Hemmm... Aku nggak pernah ingin berkata yang nggak sejalan dengan hatiku, Tante. Apa yang aku lihat dan nilai, akan aku katakan apa adanya.” Dola menatap lekat ke wajah ku seolah-olah mencari kebenaran atas semua yang aku ucapkan, Dola kemudian tersenyum dan merasa yakin kalau aku benar-benar berk

    last updateÚltima actualización : 2026-03-24
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status