แชร์

Bab 13. Diantar Ke Kos

ผู้เขียน: Andy Lorenza
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-17 01:13:00

“Jadi hal ini Bu Dola lakukan sebagai balasan terhadap yang telah dilakukan suami Ibu itu?” Tanyaku terkejut, Bu Dola menggelengkan kepalanya sembari sunggingkan senyum manisnya kembali.

“Hemmm, tentu saja nggaklah Ryan. Aku melakukannya karena memang menginginkannya, tak ada kaitannya dengan balas dendam atau apapun itu. Yang jelas aku tak pernah melakukannya pada pria lain selain suamiku selama ini, entah apa yang membuatku tak dapat menahannya saat tak sengaja bersentuhan denganmu beberapa w
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 195. Surprise Buat Ku

    Sore itu juga aku memutuskan untuk datang ke cafe, kalau-kalau di sana nanti aku bakal mendapatkan informasi tentang yang aku resahkan mengenai sikap Eva yang tak seperti biasanya itu. Setibanya di cafe perasaan ku semakin tak enak, karena cafe itu sangat sepi tak seperti biasanya pula.“Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa cafe ini sepi, pada ke mana teman-teman di sini? Jika memang cafe ini tak dibuka, kenapa menu-menu terlihat lebih lengkap di tempat biasanya!” pikir ku dalam hati, aku pun duduk di sebuah kursi sembari terus memikirkan keanehan yang terjadi itu.Di tengah-tengah aku terpaku dengan rasa keterheranan serta kecemasan, tiba-tiba dari dalam ruangan yang biasa ditempati Eva ke luar sekelompok orang yang tentunya tak asing lagi bagi ku.“Hore..! Selamat Wisuda..!” seru mereka menghampiri ku bersama-sama.Aku sangat kaget dan merasa surprise, karena memang Eva serta semua karyawan cafe itu ternyata telah mempersiapkan kejutan itu untuk menyambut kedatangan ku. Ruangan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 194. Acara Wisuda Ku

    “Ah, Mas Ardi terlalu memuji. Di kota ini banyak rumah yang lebih megah dan lebih besar dari rumah ini Mas,” ujar Om Ramlan.Ayah dan keluarga pun dipersilahkan duduk di ruang tengah, kami kembali lanjutkan obrolan sembari menunggu para pembantu menyediakan minuman dan makanan ringan.“Tempat kosmu jauh ya dari rumah Om mu ini, Ryan?” tanya Ibu.“Lumayan jauh Bu, butuh 2 kali naik angkot.” jawab ku.“Lalu kampusmu itu dari kos-kosan berapa jauh lagi?” kali ini Ayah ku yang bertanya.“Nggak jauh kok Ayah, hanya berjarak 150 meteran.” jawab ku.“Mas dan Mbak nggak perlu kuatir, besok pagi kita berangkat ke sana dengan mobilku. Jadi palingan hanya 20 menitan kita udah sampai di kampus tempat digelarnya acara wisuda Ryan,” tutur Om Ramlan.“Nggak terasa ya Mbak, Ryan udah wisuda aja. Rasanya belum lama Ryan berada di kota ini,” ujar Tante Dewi pada Ibu.“Iya Dewi, kami juga merasa begitu dan kami nggak menduga Ryan bisa juga melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Dulunya kami

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 193. Bercak Darah Di Seprei

    Berbeda dengan Rini yang juga telah wisuda tahun yang lalu, ia sama sekali tak memperdulikan apa kata orang-orang terhadap ku, baginya aku tetap sosok yang paling ker dan menyenangkan dalam bergaul. Meskipun sejak awal bertemu dan kenal dengan ku, ia tak bisa memungkiri hatinya jika dirinya mencintai ku.Rasa itu Rini pendam dalam-dalam karena ia tahu aku yang pernah merasa sakit akan kegagalan hubungan ku dengan mantan Guru ku, akan sulit untuk diharapkan melabuhkan perasaannya di hati pria yang seakan membeku seperti batu itu. Namun sebelum ia wisuda dan meninggalkan kampus kembali ke daerah tempat tinggalnya, Rini berhasil juga mendapatkan sesuatu yang akan menjadi kenangan terindah antara dirinya dan aku.Waktu itu malam minggu dua hari sebelum acara wisudanya, entah kenapa ia berhasil mengajak ku jalan, dan berlabuh di sebuah hotel. Padahal awalnya kami hanya duduk santai di tepian pantai sambil menikmati makanan dan minuman segar, yang tersedia di tempat kami duduk itu berupa ca

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 192. Dicap Jelek Di Kampus

    “Hemmm... Aku belum bisa memutuskan sekarang, karena kuliahku masih 1 semester lagi. Sebaiknya nggak perlu kamu fikirkan soal itu, jika nanti kuliahku selesai aku pasti akan memberitahumu. Sekarang lebih baik kamu fokuskan saja pada persiapan wisuda dan rencana yang akan kamu jalani selanjutnya,” tutur ku mencubit pipi wanita cantik yang memeluk ku itu.“Ih.. Kamu mulai nakal ya! Nih, rasakan!” Siska membalas mencubit perut ku.Kami terlibat saling cubit dan bercanda riang, hingga berlanjut saling sentuh bagian-bagian yang membangkitkan gairah. Karena kami sudah sering melakukannya, tentu saja setiap sentuhan-sentuhan tak lagi canggung dan tahu persis apa yang akan dilakukan selanjutnya.Tubuh ramping Siska dengan mudahnya aku bopong ke dalam kamar kemudian membaringnya dengan lembut di ranjang, Siska yang tak ingin melepaskan rangkulannya di leher ku membuat aku secara reflek menindih tubuhnya. AC yang dingin di dalam ruangan kamar itu tak lagi terasa, justru sebaliknya saking panas

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 191. Munculnya Internet

    Jika dipikir-pikir hal yang kami lakukan itu benar-benar gila dan tak masuk akal, namun toh itu nyatanya banyak terjadi hingga masa sekarang ini, bahkan lebih gila lagi di masa yang sekarang ini hubungan terlarang itu terjadi antara saudara tiri, Ayah Ibu dan anak tiri, kakak adik ipar, paman dan keponakannya, bahkan naifnya Ayah Ibu dengan anak kandungnya sendiri.Lalu jika ingin mencari siapa yang salah dari semua kejadian itu, siapa yang musti disalahkan? Semua terjadi tentu karena ada penyebab dan didasari suka sama suka. Jika hanya dikarena suatu kekilafan, kenapa juga musti terjadi berulang-ulang kali? Dan itu terjadi hingga membuat pihak wanita sampai hamil.Ini bukan sekedar cerita bohong dan memang faktanya terjadi hingga jaman modern seperti sekarang ini, tak bisa ditampik lagi jika godaan yang berkaitan dengan semua itu sangatlah berbahaya, jika seseorang tak mampu membendungnya sejak awal.3 Tahun kemudian....Perkembangan teknologi kian pesat, kemunculan internet dengan b

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 190. Melly Sangat Puas

    “Hemmm... Kamu ini ada-ada aja, Ryan. Sewa vila selama seminggu tentu akan ada potongannya, dan itu bisa sampai hanya Rp. 700.000,- per 24 jam nya. Atau bisa juga dengan cara nego harga yang kita sepakati dengan yang punya vila jika kita ingin menyewanya seminggu lebih,” tutur Melly merasa lucu akan ucapan dan pertanyaan dari ku mengenai sewa vila itu.Sang Mentari pun tenggelam di ufuk barat, malam datang menghampiri. Pulau yang tadinya diterangi cahaya matahari kini berubah dengan gemerlap cahaya lampu-lampu yang berasal dari mesin diesel atau genset kapasitas besar dari masing-masing vila, karena mampu menyalakan lampu-lampu dari ruangan dalam hingga perkarangan vila itu.Di pulau itu bukan hanya terdapat vila saja, melainkan ada juga cafe-cafe serta restoran yang targetnya pengunjung-pengunjung yang datang ke pulau itu, baik yang sampai menginap di vila, atau yang kembali ke pingiran lepas pantai perkotaan saat senja datang.Untuk makan malam Melly mengajak ku ke salah satu restor

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 27. Terasa Hambar

    Apa yang selama ini tidak membuatnya terlalu curiga pada Deni, saat mendengar Riko sahabat mereka bercerita melalui sambungan telepon kabel, kalau Deni suaminya itu tengah terlibat jalinan cinta terlarang dengan seorang wanita karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. Dola seakan tidak percaya deng

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 25. Lani Merasa Senang

    Malam itu di rumah Bu Dola kedatangan seorang pria yang telah hampir sebulan tidak mengunjungi Guru cantik itu, pria yang bernama Deni itu merupakan suaminya yang baru kembali dari luar kota. Harusnya ada kehangatan tersendiri saat mereka berkumpul kembali, namun hal yang terlihat justru sebaliknya

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 24. Ketulusan Lani

    “Nggak ada apa-apa,” ujar ku.“Lalu kenapa berhenti?”“Aku rasa kita udah bertindak terlalu jauh, buat aku sih nggk akan jadi masalah tapi buat kamu nantinya bisa jadi masalah besar yang tentu akan menjadi sebuah penyesalan,” jawab ku menahan semua hasrat yang tadi sulit aku bendung, Lani kembali d

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 23. Di Dalam Bioskop

    “Eh, aku sampai lupa malah ngemil sendiri. Nih ambilah!” Lani memberi sebungkus besar jajajan berupa kacang goreng, serta sebotol air mineral yang ia keluarkan dari bungkusan kresek. Aku pun menerima uluran jajanan itu lalu ikut serta ngemil sambil menonton.“Filmnya bagus ya, Ryan? Ceritanya itu l

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status