“Empat tahun… dan kamu bener-bener hilang tanpa kabar, Elara,” gumam Revan pelan. Empat tahun bukan waktu sebentar. Buat orang lain, mungkin itu cukup untuk melupakan masa lalu dan memulai hidup baru. Namun, untuk Revan, empat tahun rasanya seperti jalan panjang yang gak ada ujungnya. Dia hidup bagai mesin. Bangun, kerja, rapat, ambil keputusan, terus mengulangi hal yang sama setiap hari. Di mata orang lain, hidupnya sempurna. Pendiri yayasan sosial terbesar di Velora. Pengusaha muda sukses. Pria tenang yang kelihatan kuat. Padahal di dalam hatinya, ada bagian kosong yang tidak bisa diisi siapa pun. Sejak Elara pergi empat tahun lalu, hidup Revan seperti hilang arah. Wanita itu pergi begitu aja. Tanpa ada alasan. Tanpa pamit. Hanya meninggalkan surat pendek berisi permintaan maaf dan satu kalimat yang sampai sekarang masih terngiang di kepala Revan, “Jangan cari aku lagi.” Namun, Revan justru melakukan hal yang sebaliknya. Dia menc
더 보기