Ruang rapat utama di kantor Leonardus terasa berbeda dari biasanya. Para dewan direksi dan pemegang saham telah duduk di kursi masing-masing, ekspresi formal di wajah mereka menyembunyikan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Di ujung meja panjang, seorang pengacara senior membuka map hitam tebal yang sejak tadi berada di hadapannya. Semua mata tertuju padanya, menunggu setiap kata yang akan menentukan arah masa depan perusahaan sekaligus membongkar sisa-sisa kepemilikan seorang pria yang kini telah tiada.Elara duduk dengan punggung tegak, meskipun jari-jari dia saling menggenggam erat di atas pangkuan. Dia mengenakan pakaian serba hitam, masih dalam suasana duka yang belum mereda. Kehilangan Leonardus bukan hanya tentang seorang ayah, tetapi juga tentang fondasi hidup yang selama ini diam-diam menopangnya. Sesekali dia melirik ke arah para pemegang saham, seolah mencoba membaca kemungkinan yang akan terjadi. Di balik ketenangannya yang dipaksakan, ada kecemasan yang berlapis. Te
Last Updated : 2026-04-04 Read more