Kian diam beberapa saat dengan tatapan teralihkan dari Arthur, beberapa saat menimbang, Kian menatap pada Arthur yang menunggu keputusannya.“Baiklah kalau memang beli ini karena diberi bonus oleh Pak Presdir. Aku mana bisa menolak kalau beliau ingin kita beli cincin.” Setelah bicara, Kian mengembuskan napas pelan. Meskipun sayang uang sebanyak itu hanya untuk beli cincin, tapi kalau sudah amanat, Kian tidak bisa menolak.Senyum tipis berhias di wajah Arthur, setelah mendapat persetujuan dari Kian, walau hasil dari sebuah kebohongan, Arthur menoleh ke supervisor lagi. “Bungkus cincin itu untuk kami.”Senyum supervisor merekah lebar, mengambil kontak cincin yang ada di atas meja, supervisor segera berkata, “Baik, Tuan. Silakan tunggu sebentar, saya akan urus proses pembayarannya.”Arthur mengangguk. Dia mengajak Kian untuk menunggu pembayaran selesai.Setelah barang dibungkus dan pembayaran berhasil, Arthur mengambil paper bag dari tangan supervisor.“Senang melayani Anda, Tuan, Nyonya
Terakhir Diperbarui : 2026-01-12 Baca selengkapnya