Share

Situasi Canggung

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-01-10 09:51:55

Di dalam lift yang baru saja terbuka.

Arthur terkejut bertemu Kian di depan lift, seharusnya Kian sudah naik ke atas, tapi kenapa masih di sana?

Menyadari posisinya sekarang, Arthur menggeser kedua kaki ke belakang, membuat posisinya sekarang berada sedikit di belakang Kendrick.

Jangan sampai Kian tahu atau curiga dengan statusnya karena keberadaannya di sana. Dia melirik pada Kendrick, isyarat tatapannya cukup membuat Kendrick langsung mengerti apa yang Arthur perintahkan.

Berpura-pura menjad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
salah kamu karna kamu bersama Daniel Kian jadi ada yg cemburu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Menemukan Orang Yang Tepat

    Kian sudah sampai di HW. Company dan sekarang ada di dalam lift yang bergerak naik.Begitu pintu lift terbuka di lantai ruangannya, Kian keluar dan melangkah di koridor. Sebelum sampai di ruang kerjanya, Kian menoleh ke meja kerja Ginny."Ginny, ikut ke ruanganku sekarang.” Kian memberi perintah tanpa menghentikan langkahnya.Ginny langsung berdiri begitu mendengar perintah Kian. Dia melangkah menyusul Kian yang sudah masuk ke ruang kerja.Ginny sekilas melihat raut wajah serius Kian, membuatnya menerka apakah ada masalah pada pemasaran produk mereka?Ginny segera menghampiri meja Kian setelah memastikan pintu tertutup rapat. Dia kini berdiri di depan meja Kian, siap mendengarkan atasannya bicara.Kian mendudukkan tubuhnya, punggungnya disandarkan lalu tatapannya tertuju pada Ginny yang sudah berdiri di depan mejanya.“Aku baru saja bertemu seorang wanita di luar. Dia memiliki proporsi tubuh dan garis wajah yang sangat potensial untuk menjadi model utama produk baru kita.” Kian mulai

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Hanya Asisten?

    Mia mengulum bibir, sedikit terkejut mendengar rentetan pertanyaan dari wanita anggun di hadapannya. Mia meremas jemarinya pelan sebelum akhirnya menjawab dengan nada suara rendah. “Saya bekerja sebagai asisten model, Bu.”Kian menaikkan satu sudut alisnya. “Asisten model?” Kian memastikan jika tak salah mendengar.Mia mengangguk pelan. Dia mengulas senyum tipis. “Iya, Bu.” Mia meyakinkan jika ucapannya benar.Kiaan menatap aneh, tapi dia mencoba menutupi keterkejutannya dengan senyum.“Kalau boleh tahu, kamu asisten model siapa?” Kian menatap dengan ekspresi penasaran.Mia agak terkejut mendengar Kian mengulik lebih dalam soal pekerjaanya. Dia melirik ke arah lain sejenak, melihat Kian yang baik dan ramah, akhirnya Mia meyakinkan dirinya dengan menjawab, "Saya asistennya Nona Luna, Bu."Mendengar nama itu disebut, Kian seketika tertegun. Luna? Model yang beberapa waktu lalu hampir saja menjalin kontrak dengan HW. Company, tapi langsung Kian coret dari daftar karena sikapnya yang

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Tidak Mau Main Bareng

    Matahari siang itu bersinar cukup terik di atas halaman sekolah. Setelah bel berbunyi, anak-anak kelas taman kanak-kanak berhamburan keluar menuju area bermain terbuka.Diana berjalan dengan langkah cepat dan riang menuju perosotan berwarna cerah. Namun, langkahnya mendadak melambat saat mendengar suara derap sepatu lain di belakangnya. Begitu menoleh, Diana mendapati Kaylan berjalan membuntutinya dengan jarak beberapa langkah saja.Diana langsung membalikkan tubuhnya lalu melipat kedua tangannya di dada sambil cemberut. “Kamu kenapa sih, ikut-ikut aku terus?”Kaylan menghentikan langkahnya. Dia sedikit menurunkan pandangannya saat melihat tatapan Diana yang menyorot tak suka ke arahnya. “Aku tidak ikut-ikut. Aku cuma mau main di sana juga.” Telunjuk Kaylan mengarah ke tempat yang ingin Diana datangi.“Nggak boleh! Kamu main di tempat lain saja sana." Diana menghentakkan kakinya. "Jangan dekat-dekat aku!”Kaylan mengangkat pandangannya dengan sempurna ke arah Diana yang memasang waja

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Orang-orang Baik

    Setelah Diana dan Kaylan tak terlihat lagi dari jangkauan mata.Liza langsung melipat kedua tangannya di dada. Matanya beralih menatap pada Kian untuk menuntut penjelasan."Jadi, Kian? Kamu berhutang cerita padaku.” Liza melirik pada Sienna setelah bicara.Kian terkekeh pelan, lalu menyentuh pundak Sienna agar wanita itu melangkah sedikit lebih maju. "Liza, perkenalkan, ini Sienna. Dia ibunya Kaylan." Kian kemudian menatap Sienna dengan senyum menenangkan. "Sienna, ini Liza. Sahabatku."Sienna mengangguk kaku, mengulurkan tangannya dengan gerakan ragu-ragu. "Halo, salam kenal, Nyonya Liza. Saya Sienna.""Panggil Liza saja, jangan terlalu formal." Liza membalas ramah sambil menjabat tangan Sienna hangat. Dia lalu menatap Kian lagi. "Lalu, bagaimana ceritanya anak Sienna bisa berangkat sekolah bersamamu?""Kaylan sekarang jadi anak asuhku, Liza. Aku yang akan bertanggung jawab atas semua biaya pendidikannya, kalau bisa sampai dia lulus perguruan tinggi nanti." Kian dengan nada suara yan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Diana Cemburu

    "Diana, Sayang."Kian langsung berjongkok, menyamakan tingginya dengan gadis kecil yang baru saja berlari menghampirinya. Senyum Kian mengembang lebar, bersiap menyambut pelukan hangat. Namun, langkah Diana mendadak melambat. Sepasang mata Diana yang bulat menyipit saat menatap ke arah jemari Kian yang masih menggenggam erat tangan Kaylan."Mami, dia siapa?" Diana menunjuk Kaylan dengan bibir mengerucut. "Kenapa tangan Mami pegang-pegang dia?"Kaylan yang merasa ditunjuk langsung mundur setengah langkah. Pegangannya pada jemari Kian semakin mengerat, tubuh kecilnya bersembunyi di belakang Kian.Kian mengusap punggung tangan Kaylan sejenak sebelum menatap Diana lembut. "Ini Kaylan, Sayang. Hari ini Kaylan baru mulai sekolah di sini. Keren, kan? Sekarang Diana punya teman baru.""Aku tidak mau!" Diana menghentakkan kakinya ke tanah. Wajahnya memerah, matanya mulai berkaca-kaca karena cemburu. "Mami ‘kan maminya Diana! Anak Mami itu cuma Diana, bukan dia!""Diana, jangan bicara seperti

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Hari Pertama Sekolah

    Keesokan harinya.Kian bangun lebih pagi dan menyiapkan pakaian kerja suaminya lebih awal.Hari ini, hari pertama Kaylan bersekolah. Dan Kian tidak sabar ingin melihat seceria dan sebahagia apa Kaylan bisa belajar dan memiliki banyak teman sebayanya.“Sayang, aku harus menjemput Sienna dan Kaylan lebih awal, jangan sampai Kaylan terlambat di hari pertamanya masuk sekolah.” Kian bicara sambil mengemas barang-barangnya ke dalam tas.Arthur baru saja keluar kamar mandi ketika mendengar apa yang Kian katakan.Arthur mendekat ke sang istri. Masih memakai handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya, Arthur memeluk Kian dari belakang.Kian sedikit terkejut. Tapi dia langsung melebarkan senyumnya.“Ketakutanku benar-benar terjadi, kamu lebih perhatian ke Kaylan. Tapi aku bisa apa? Aku tidak bisa melihat istriku ini berwajah suram.” Setelah melontarkan candaan, Arthur mencium pipi Kian begitu dalam.Kian terkekeh karena ulah suaminya. Dia menoleh ke wajah Arthur setelah pipinya dilepas.“Kaylan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status