Kini, Ellena duduk di sisi ruangan meeting, mendengarkan pembahasan yang berputar di antara para direksi. Tapi, matanya tertuju pada satu sosok di kursi utama. Siapa lagi kalau bukan Dareon Sankara. Lelaki itu mendominasi seperti biasa, meski belum mengucapkan apa-apa. Lalu, lirikan Reon tertuju pada Ellena. Kalau biasanya gadis itu akan memalingkan wajah atau memandang ke bawah, kali ini tatapannya tertahan hingga mata mereka besua lama sebelum Reon kembali fokus ke meja rapat. Setelah dua jam berlalu, pintu ruang rapat terbuka pelan. Satu per satu jajaran direksi keluar. Salah satu di antara mereka mendekat ke arah Ellena, lalu berdiri di hadapan gadis itu. Ya, Anggara. "Ellena…" suara pria berkacamata itu berat dan tenang. Ellena tidak langsung menjawab karena tatapannya tertuju pada Reon yang berlalu begitu saja melewati mereka. Langkah lelaki itu panjang dan tegas dengan jas yang rapi tanpa kerutan. Reon tidak menoleh, hanya meninggalkan hawa dingin dari setiap l
Last Updated : 2026-01-26 Read more