Ellena dan Vino menunggu di bangku tunggu, sementara Reon menemani Mr. Matthias bertemu dokter yang menangani pasien. Lalu, Ellena menautkan kedua tangannya di atas paha sambil menggigit tipis bibir bawahnya. Vino menatap Ellena. "Sudah saya bilang kan, Kak, gak usah khawatir," nadanya kini bisa santai. "Iya, Vino, tapi liat papan ski tadi beneran bikin aku gak bisa tenang.""Iya, Kak, sebenarnya saya juga khawatir sih, hehe. Tapi, syukurlah Pak Reon dan Mr. Matthias juga baik-baik aja. Oh iya, saya chat ibu Melinda dulu.""Emm… kabarin dia dulu, Vin, pasti mereka semua khawatir di sana.""Iya, Kak."Lalu, tiba-tiba saja Ellena berpikir kenapa Reon tidak mengabarinya lebih awal kalau lelaki itu baik-baik saja. Ellena mengulum bibirnya singkat lalu menoleh pada asisten pribadi Reon. "Vino, kita ke sini butuh waktu berapa lama ya?"Vino berpikir sejenak. "Emm… kalau turun ke valley sekitar 10-30 menit
Read more