Langit di atas menara timur kembali berwarna kelabu saat kami tiba. Menara itu jarang dipakai. Terlihat dari batu-batunya yang lebih tua dari bangunan utama sekolah. Simbol-simbol kuno juga terikir rapi di setiap dindingnya, beberapa bahkan sudah tak lagi dipahami oleh generasi sekarang, terlebih itu aku. Di sinilah Ujian Darah akan dilakukan. Ini bukan bagian dari keputusan Dewan, melainkan keputusan Arvas dan juga Yuzi. Mereka hanya berjaga, takutnya tubuhku tidak bisa dikendalikan seperti sebelumnya. “Aku tidak akan menunggu sampai mereka memutuskan nasibmu,” kata Arvas tadi pagi. “Kalau kau memang garis utama, kita harus tahu seberapa dalam resonansinya dengan inti.” Sekarang aku sudah berdiri di tengah ruangan bundar, dengan lantai membentuk lingkaran sihir besar berlapis tujuh. Tempat ini sedikit lebih ringan, dari tempat-tempat SMA Sanin yang sudah ku kunjungi. Di sebelah timur, Yuzi sudah bediri tegak, di sebelah barat ada Livo, dan tepat di depanku, Arvas sudah berd
Dernière mise à jour : 2026-03-03 Read More