Pagi itu, suasana aula utama mulai terasa berbeda dari biasanya. Sudah tidak ada lagi suara canda murid-murid akademi. Tidak ada latihan sihir ringan seperti biasanya, yang ada hanya bisikan-bisikan pelan yang menyebar seperti asap tipis yang tak pernah benar-benar hilang. Semua sudah tahu, kalau ledakan energi semalam bukan sesuatu yang bisa disembunyikan lagi. Aku berdiri di balkon lantai dua, menatap halaman sekolah yang biasanya terasa luas dan bebas, tidak seperti sekarang, tempat itu sudah sepeti siluman. Kadang terlihat, kadang hilang di balik kabut. Langkah berat terdengar dari bagian belakang. Aku tahu siapa dia, tapi aku tidak berniat untuk menoleh. “Gue sudah bilang ini bakal jadi ribut,” gumam Elvian sambil bersandar di pagar batu. Aku masih tidak berniat untuk menjawab. Semalam, setelah suara itu berbicara di kepalaku, aku hampir tidak bisa tidur. Setiap kali memejamkan mata, aku melihat aula hitam itu lagi, dan itu terus berulang berkali-kali. Anehnya semua yan
Dernière mise à jour : 2026-02-28 Read More