Aku berdiri di tepi lapangan latihan SMA Sanin ketika matahari hampir tenggelam. Udara sore terasa aneh, lebih berat dari biasanya, seolah dunia sedang menahan napas untuk sesuatu yang belum jelas. Sudah tiga hari sejak kejadian di ruang bawah tanah akademi. Dan sejak saat itu, aku bisa merasakan sesuatu. Sesuatu yang bergerak di balik dunia ini. Elvian berdiri di sampingku, dengan tangan yang sudah terselip di saku jaketnya. Wajahnya terlihat santai, tapi aku tahu dia juga merasakannya. “Gerbangnya makin banyak,” katanya pelan. Aku mengangguk lelah. Jujur saja, aku ingin segara mengakhiri semua ini. Aku ingin menangkap Ryuka dan raja sialan itu. “Bukan cuma banyak,” jawabku. “Mereka kayak makin dekat.” Sejak darahku bereaksi di ruang ritual itu, indra sihirku berubah. Aku bisa merasakan retakan kecil di dunia, seperti suara kaca yang hampir pecah, atau gesekan-gesekan kecil yang bahkan semut pun tidak mampu mendengarnya. Tak lama, langkah kaki mendekat dari belakang. “Gue udah
Dernière mise à jour : 2026-03-07 Read More