Aku memutuskan untuk duduk di sisi yang berdekatan dengan para petinggi. Disana juga ada Yuzi, Haruka dan juga Livo. Karena jujur, selain mereka, atau Alana, Samuel, dan elvian, aku tidak mengenal siapa-siapa. Anak-anak satu kelas ku juga selalu menganggapku asing dan menyebalkan. Padahal, aku tidak pernah melakukan apa-apa. Jangan tanyakan Arvas dimana, karena setelah pertarungan dengan virmort malam itu, dia diminta untuk bersih-bersih di perkampungan dekat lereng hutan Fuchigami, yang katanya di serbu virmort dan juga makhluk-makhluk bayangan tingkat bawah. Arvas memang sering diminta untuk bertugas di luar. Kalian tahu, para petinggi sangat waspada padanya. Dan yang ku tahu, selain Yuzi, Arvas adalah orang yang bisa membuat para petinggi gemetar. “Kenapa dia?” suara Haruka yang berbisik, masih sampai ke telingaku. Tapi sahutan Yuzi, tidak ku dengar. Aku yakin, dia hanya menggeleng. “Ku dengar, Alana menjauhinya.” Bisik Livo. “Kasihan sekali adikmu, Yuzi.” Aku mendeng
최신 업데이트 : 2026-02-01 더 보기