Birru menempelkan ponsel ke telinganya. Dari ujung sana, suara lembut mengalir pelan, menghangatkan dadanya. “Hai, Ruu…” Birru tersenyum tanpa sadar. “Sayang, aku berangkat dulu.” “Hati-hati ya, Ruu. Kabari kalau sudah sampai bandara.” “Iya, siap, Jennar-ku. I love you,” katanya penuh cinta. “Love you more.” “Bye, Sayang.” “Bye, Ruu…” Panggilan pun berakhir. Birru mengambil jaket dari lemari, lalu dengan cepat menyampirkannya ke tubuhnya. Ponsel ia masukkan ke dalam saku, langkahnya mantap keluar kamar. “Kak, sudah siap?” serunya sambil berhenti di depan pintu kamar Alexa. “Sebentar! Lima menit!” jawab Alexa dari balik pintu. “Oke, aku tunggu di depan,” balas Birru. Ia mengambil kunci mobil dari atas buffet, melewati ruang tamu yang masih sunyi, lalu mengenakan sepatu di depan rak. Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Alexa keluar sambil menenteng tas, rambutnya tersisir rapi, wajahnya tenang seolah siap menghadapi orang tua dengan segudang ekspektasi.
최신 업데이트 : 2026-01-09 더 보기