Tepat pukul satu siang, pintu kaca gedung LUMINA ARCHITECTURE terbuka. Jennar melangkah keluar dengan bahu yang terasa lebih ringan. Begitu matanya menyapu area depan gedung, senyumnya mengembang. Birru sudah menunggu di dalam mobil, satu tangan di setir, tangan lain melambai kecil dari balik kaca yang setengah terbuka.Jennar mempercepat langkah, lalu membuka pintu penumpang.“Gimana, Sayang? Lancar, kan?” tanya Birru sambil meluruskan punggung, meninggalkan posisi santainya tadi.“Alhamdulillah, lancar, Mas.” Jennar menyandarkan punggung ke jok, mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan. “Tadi sempat tes juga, dan hasilnya menurut aku bagus. Tinggal nunggu kabarnya aja. Tangan aku tadi dingin banget, Mas. Aku sampai remas paha sendiri, coba terlihat tenang di depan HR, dan itu berhasil.”Birru melirik sekilas, lalu tersenyum kecil. “Ya, itu kamu. Selalu terlihat tenang, padahal deg-degan.”Jennar terkekeh. “Iya, Mas. Mas memang paling paham aku.”“Ya dong, aku kan calon su
최신 업데이트 : 2026-01-29 더 보기