“Ma-mama bercanda, kan?” suara Jennar keluar dengan nada ragu, berharap ia salah mendengar.“Enggak, Jen.”Jennar mengerutkan kening, napasnya tercekat. “Tapi kenapa, Ma? Itu kan bukan uang Mama.”Priska menarik napas panjang, lalu meletakkan spatula dengan perlahan di atas meja dapur. Tangannya mengambil serbet, mengusapnya pelan, seolah sedang menyiapkan kata-kata yang berat untuk diucapkan. “Mama bukan nggak merasa bersalah, Jen,” suaranya akhirnya keluar dengan hati-hati. “Tapi uang segitu, kalau cuma didiemin di rekening, sayang banget. Mama pikir, mending muter biar ada hasilnya.”Jennar berdiri kaku, tubuhnya seperti membeku di tempat. Matanya tak berani menatap langsung ke wajah ibunya. “Tapi itu uang aku, Ma. Uang aku dan Daniel.”Priska menghela napas, menatap Jennar dengan tatapan lebih tegas. “Iya, Mama tahu. Tapi waktu itu rencana pernikahan kamu juga nggak jelas. Tunangan hampir setahun, tiap ditanya kapan nikah, selalu mundur. Selalu ada alasan. Mama capek nunggu kepas
최신 업데이트 : 2025-12-16 더 보기