Suara denting peluru yang menghantam bejana perunggu di altar gereja masih terngiang di telinga Seonwoo. Di bawah perlindungan remang-remang menara lonceng yang sempit dan berdebu, ia bisa merasakan jantung Winda berdegup kencang di balik punggungnya. Ruangan itu hanya berukuran beberapa meter persegi, dipenuhi tali-tali tambang tua dan bau kotoran burung dara. Di bawah sana, Chief Kim masih mengawasi setiap jengkal lantai gereja, menunggu mereka membuat gerakan sekecil apa pun."Tuan Muda, jangan biarkan rasa kasihan membunuh masa depan Anda," suara Chief Kim menggema dari bawah, dingin dan terukur.Namun, sebelum Kim sempat melangkah menuju tangga menara, suara derit pintu besar gereja kembali terdengar. Bukan derap sepatu bot tentara bayaran, melainkan ketukan sepatu hak tinggi yang tajam dan penuh percaya diri."Cukup, Kim. Biarkan aku bicara dengannya."Seonwoo mengenali suara itu. Yoo Hyejin.Hyejin melangkah ke tengah aula gereja yang hancur, mengabaikan debu yang mengotori gau
Last Updated : 2026-01-15 Read more