Musim semi di lereng bukit seharusnya menjadi simfoni kehidupan yang menenangkan, namun pagi ini, Han Seonwoo merasakan nada sumbang yang mengusik ketenangannya. Saat fajar baru saja menyapu kabut dari permukaan lembah, menyisakan butiran embun yang berkilauan di atas atap kaca rumah mereka, Seonwoo berjalan menuju kotak surat di depan gerbang utama. Langkahnya yang mantap tiba-tiba terhenti ketika ia melihat sebuah paket berbungkus kertas cokelat kusam yang tergeletak begitu saja di atas tanah, tepat di bawah bayangan pagar besi, bukan di dalam kotak surat seperti seharusnya.Tidak ada nama pengirim. Tidak ada alamat asal. Hanya ada inisial "W" yang ditulis dengan tinta hitam tebal yang merembes ke serat kertas, seolah ditulis dengan tekanan yang penuh amarah.Seonwoo membawa paket itu ke ruang kerjanya yang kedap suara, memastikan Winda masih sibuk menyanyikan lagu nina bobo untuk Ji-hoo di dalam kamar yang letaknya di ujung koridor. Dengan pisau kertas perak, ia membuka bungkusanny
Last Updated : 2026-02-13 Read more