Ada luka yang tidak tercipta oleh sayatan belati, tidak pula luka yang diperoleh setelah pertempuran. Luka itu terlahir di ranjang berseprei sutera putih, disembunyikan oleh dinding istana yang megah, dan dipeluk dalam tangis yang tak pernah berani bersuara.Kaelan tertidur lelap tak lama setelah itu. Napasnya teratur, berat, seolah semua kelelahan dari medan perang sirna. Wajahnya yang biasanya mengeras, malam itu terlihat damai. Elara yang masih terjaga mengamati wajah pria yang terlelap di sebelah ranjangnya. Bayangan akan pertemuan pertama mereka di Pasar Marleigh kembali berkelibat di kepala. Debaran aneh karena kekaguman akan sosok Kaelan kini berubah menjadi rasa kecewa. Namun sulit baginya untuk memahami apa yang sebenarnya dia rasakan. Dibandingkan rasa benci atas apa yang baru saja Kaelan lakukan, ia tidak dapat memungkiri bahwa rasa kagum terhadap pria itu masih tersisa. Elara mengalihkan pandang pada langit-langit kamar. Cahaya lilin di sudut ruangan bergetar pelan, menc
최신 업데이트 : 2026-01-31 더 보기