Elara membersihkan luka di lengan Kaelan dengan kain basah dengan sangat hati-hati. Diam-diam pria itu mencuri pandang kepada calon permaisurinya. Sesekali pria yang kerap berwajah dingin itu tersenyum, Elara tempak begitu telaten mengobati luka sayatan itu, yang sebenarnya, bagi Kaelan tidak perlu mendapatkan perhatian sebesar itu. "Arrghh," ringis Kaelan, berusaha mencuri perhatian sang gadis. Seketika Elara menarik tangannya menjauh tatkala geraman kesakitan Kaelan membuatnya terkejut. "Maaf, Paduka. Hamba akan lebih hati-hati saat menyentuh luka ini," ucap Elara sembari menggigit bagian bawahnya, takut jika Kaelan marah. Senyuman samar terbit di wajah Kaelan yang semula mengeras, membuat Elara tanpa sadar mengerucutkan bibirnya. "Jadi Paduka sedang menggoda hamba?" Tawa Kaelan pecah, wajah kesal Elara terlihat sangat menggemaskan saat kesal. Pria berambut hitam legam itu mengelus rambut Elara sembari mencondongkan tubuh ke arah Elara. "Benar, aku sedang menggoda mu saat ini,"
Last Updated : 2026-05-16 Read more