Kehangatan itu akhirnya tumbuh di antara mereka, perlahan dan tanpa terecana. Di antara luka batin yang belum sepenuhnya pulih, keduanya menemukan cara untuk saling mengerti. Bukan dengan kata-kata, melainkan lewat diam yang tak lagi menyakitkan, dan kehadiran satu sama lain yang terasa seperti rumah untuk pulang.Kabut di hutan Silverwood perlahan memudar, digantikan oleh cahaya fajar yang menyelinap di antara pepohonan tinggi. Udara masih terasa dingin, namun tidak sedingin tadi malam. Di sebelah api unggun yang sudah padam, keduanya baru saja mengubur jenazah prajurit Valmorra yang tewas di tangan Elara. Gadis bersurai hitam kecoklatan itu mengambil bongkahan batu yang cukup besar, lalu meletakkannya di atas gundukan tanah yang masih basah. Dia tampak mencari-cari sesuatu, sebelum akhirnya memetik bunga liar berwarna ungu dan meletakkannya di atas gundukan tanah yang sama.Apa yang dilakukan Elara membuat Kaelan mengernyit. "Untuk apa kau meletakkan batu di atasnya?" tanya Kaelan.
Read more