Kedua tangan Kaelan mengepal kuat saat tiba di depan pintu kamar calon permaisuri. Wajah pria itu mengetat, kedua manik abu-abu gelapnya menatap tajam pada pintu kayu berukiran bunga yang ada di hadapannya, seakan ia sudah siap untuk menghabisi orang di belakang pintu tersebut.Kaelan menekan knop pintu, namun pintu tak terbuka. "Terkunci," gumamnya dengan gigi yang rapat. Kaelan menarik napas dalam, lalu menendang pintu kamar calon permaisuri dengan kemarahan yang meluap. Pintu terlepas dari engselnya. Dapat terlihat jelas di netra abu-abu kelamnya--seorang gadis yang tadi ia tinggalkan dengan wajah ketakutan berada dalam kungkungan saudara laki-lakinya. Darian yang menyadari pintu di belakangnya terbuka segera memakai celana miliknya yang sempat ia tanggalkan. Sementara itu, Elara menoleh ke arah Kaelan dengan rasa yang sedikit lega. Dengan kehadiran Kaelan, setidaknya dapat menghentikan kekejaman Darian terhadapnya. Tapi melihat situasi dirinya saat ini, mungkinkah Kaelan dapat
최신 업데이트 : 2026-02-22 더 보기