“KALIAN!!!!” Nara mulai sadar,”Sengaja kan?!” bibirnya manyun, kedua tangannya terlipat di dada dan tetap melihat ke lapangan. Aland tampil dengan setelan baju warna merah kuning, seragam tim basket. “Ehem!” “Tenang, katanya kalau ada Aland semua pasti beres.” kata Wina. Nara menatap Wina, matanya seolah mengatakan, 'Bukan urusannya!’ “Dia itu kerap disebut sukarelawan. Dia nggak masuk tim basket, tapi dia mahir banget, nget- nget!” Wina terus mencegoki Nara dengan fakta-fakta optimis. Intinya jika Aland masuk, sudah dipastikan menang. “Gunanya apa kamu nyritain itu, aku nggak tertarik dengan dunia basket mereka.” Lusi masih menahan tawa, ia mengkode Wina agar diam dan fokus menjadi penonton saja. 5 menit lagi selesai, pertandingan masih sangat seru semenjak Aland masuk. Skor masih tertinggal 2 nomor. Dan tiba-tiba ketika hendak membuat gebrakan terjadi sesuatu pada tim kelas Nara. Aland mencoba melakukan shoot, dengan kecurangan yang disengaja tim lawan terlihat mendorong Al
Read more