“Cantik. Cantik banget!” Jawab Aland dengan menatap Nara bukan senja yang sedang Nara nikmati saat itu. Jawaban Aland terlalu singkat, hingga ia menoleh ke belakang namun ia dapati Aland terus menatapnya. “Aland?” yang dipanggil tak bergeming,”Aland!” barulah terkejut, entah apa yang Aland pikirkan. Nara terjebak dengan tatapan Aland yang masih mematung, hingga tubuh Nara berbalik tepat menghadapnya. “Tahu nggak Na, setiap melihatmu aku merasa- aku merasa hanya ingin bersamamu, melindungimu, membuatmu tersenyum setiap waktu dan bersama-sama melakukan hal yang kita sukai bersama.” Gawat! Nara lagi-lagi terjebak dengan teduhnya kata-kata Aland. Nara menelan salivanya, ada rasa yang menghangatkan hatinya. “Na- bisa nggak kamu janji sama aku?” tanya Aland dengan wajah serius. “Apa?” Nara menautkan tatapannya pada mata Aland. “Berjanjilah, apapun yang terjadi kedepannya, kita harus selalu komunikasikan.” Nara menatap Aland datar, ada yang ia sembunyikan mengenai ucapan Mamanya. “M
Read more