Arjuna masuk ke dalam kamar kami dengan langkah yang berbeda.Dia tidak melepas jasnya. Dia tidak langsung berjalan menuju kamar mandi atau meminta kopi hitam seperti rutinitasnya selama bertahun-tahun. Dia membiarkan pintu kamar tertutup pelan di belakangnya, lalu menjatuhkan tas kerjanya begitu saja ke atas karpet.Bunyi bantingan tas itu cukup keras.Aku yang sedang duduk di sofa sudut langsung mendongak dari layar tabletku."Juna?" panggilku.Arjuna menatapku. Kemeja putihnya kusut. Dasi yang biasanya terpasang presisi kini longgar dan berantakan. Namun, bukan itu yang membuatku menahan napas.Matanya.Arjuna Diwangsa tidak pernah terlihat serapuh ini. Ujung matanya memerah. Ada gurat kelelahan yang sangat dalam, tapi anehnya, wajah itu juga memancarkan sesuatu yang hidup. Sangat hidup.Dia berjalan mendekat, lalu menjatuhkan dirinya di sofa, tepat di sebelahku."Ada mahasiswa bernama Dani," ucap Arjuna tiba-tiba.Suaranya parau. Dia tidak mengucap salam. Dia langsung melontarkan
Terakhir Diperbarui : 2026-07-02 Baca selengkapnya