Alea bangun pukul enam pagi.Suara pertama yang didengarnya bukan alarm ponsel, melainkan gumaman kecil dari arah dapur. Ia bangkit, merapikan selimut, dan melangkah keluar kamar.Di sana, di depan jendela besar yang menghadap kota, tanaman hias yang dulu ditanam Elang bersama Arjuna sudah tumbuh sangat besar.Daun-daun hijaunya yang lebar tampak kokoh, kontras dengan pot kecil yang dulu hampir tidak sanggup menampung benihnya.Arjuna berdiri di sana, memegang botol penyemprot air. Elang berdiri di atas kursi kecil di sampingnya, mengamati setiap butiran air yang mendarat di daun."Sudah besar, Bi," kata Elang. Jari telunjuknya menyentuh ujung daun."Iya, sudah besar. Harus terus dirawat," jawab Arjuna tanpa menoleh.Alea berjalan mendekat, menyandarkan pinggulnya pada konter dapur. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ada tiga notifikasi penting yang masuk hampir bersamaan."Tiga kabar sekaligus," gumam Alea.Arjuna meletakkan botol penyemprotnya. "Kabar baik?""Satu dar
Terakhir Diperbarui : 2026-07-17 Baca selengkapnya