Suasana di apartemen lantai 20 tampak tenang, dan Emma tidak ingin terlarut dalam kesedihan. Karirnya, dan satu-satunya harapan finansial mereka, bergantung pada jadwal sore ini."Robert, tetaplah di sini. Jaga Rose," perintah Emma tegas namun lirih. "Dia sedang tidak stabil. Jangan biarkan dia sendirian."Emma kemudian menoleh pada Mahes dengan tatapan yang kini sepenuhnya bergantung. "Hanya kamu yang bisa kupercaya untuk mengantarku, suamiku."Mahes mengangguk, mengabaikan debaran aneh di dadanya setiap kali sebutan itu terlontar. Mereka turun menuju basemen dan masuk ke dalam mobil sewaan sederhana yang sengaja dipilih agar tidak mencolok bagi mata-mata Eduardo maupun Sarah. Mobil itu meluncur membelah kemacetan Paris menuju sebuah lokasi di pinggiran kota yang bernuansa desa namun artistik.Sepanjang perjalanan, salju mulai menipis, berganti dengan cahaya matahari sore yang pucat. Mahes sesekali melirik Emma melalui kaca spion, ia tampak sangat serius menghafal naskah, jari-jarin
Read more