"Berdirilah, Kapten Mahesa," ucap Vero dengan nada suara yang sangat dingin namun berwibawa. "Air matamu tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah kau buang bersama wanita itu. Aku tidak butuh kata maaf yang murah di atas lantai kafe ini."Vero mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap lurus ke dalam manik mata Mahes yang basah, memberikan pilihan terakhirnya yang tidak bisa dinegosiasikan lagi."Pilihannya hanya satu sekarang, Mahes. Hancurkan dia bersamaku malam ini juga, serahkan seluruh sisa bukti yang kau miliki untuk menjebloskannya ke penjara, atau hubungan kita, pernikahan kita, dan segala hal tentang masa depan anak di rahim ini... berakhir selamanya di Paris ini tanpa ada kata kembali. Tentukan pilihanmu sekarang."Mendengar ucapan tegas dari Vero, tidak ada lagi keraguan yang tersisa di dalam benak Mahes. Sisa-sisa ketakutannya terhadap Emma Laurent menguap seketika, digantikan oleh tekad bulat untuk merebut kembali kebebasan hidupnya."Aku memilihmu, Vero. Aku akan men
Read more