Wanita dari masa kecil sang pendamping takhta itu melangkah keluar dari balik rimbunnya pohon kamboja dengan keanggunan yang seolah mampu membekukan aliran waktu di taman istana yang sunyi.Alya terkesiap melihat paras yang begitu sempurna namun menyimpan sorot mata sedingin es utara, sebuah wajah yang seolah sengaja diciptakan untuk menjadi tandingan kecantikannya sendiri.Gibran yang semula sudah bersiap memacu kudanya mendadak menghentikan tarikan kendali saat melihat sosok tersebut menghalangi jalan keluar utamanya menuju gerbang luar.Keheningan yang mencekam kembali merayap di antara mereka sementara aroma bunga kenanga yang terbawa angin malam mendadak terasa begitu menyesakkan dada Sang Ratu.Jantung Alya berdegup kencang saat ia menyadari bahwa wanita ini bukanlah Sekar, si informan lusuh yang tadi ia curigai sebagai selingkuhan suaminya.Sosok ini jauh lebih berbahaya karena ia membawa wibawa seorang bangsawan yang hilang, lengkap dengan tanda lahir berbentuk bulan sabit kec
Last Updated : 2026-02-22 Read more