Penyatuan dua jiwa yang sempat terpisah itu dimulai dengan sebuah ledakan emosi yang tidak terduga di ruang tengah rumah besar peninggalan kakek Alya.Maya berdiri mematung di depan cermin raksasa yang menempel pada dinding ruang tamu sambil menyentuh pantulan wajahnya sendiri yang kini terlihat sangat sempurna.Air mata jatuh perlahan membasahi pipinya yang pucat karena ia merasa sedang melihat sosok asing yang selama ini hanya hadir dalam imajinasi paling liar.Alya melangkah mendekat lalu meletakkan tangannya di atas pundak Maya untuk memberikan kekuatan batin yang sangat dibutuhkan saudaranya itu.Sentuhan hangat tersebut seolah-olah menjadi jembatan penghubung bagi aliran darah yang sempat terputus oleh konspirasi jahat selama berpuluh tahun.Keheningan rumah mewah itu mendadak terusik oleh suara ketukan pintu yang sangat keras dan tidak sabar dari arah luar gedung utama."Alya, apakah kau benar-benar yakin bahwa tidak akan ada lagi orang yang datang untuk memisahkan kita berdua?
Terakhir Diperbarui : 2026-02-10 Baca selengkapnya