Keadilan sejati di atas segalanya seakan lumat menjadi debu saat suara ledakan meriam penghormatan justru disambut oleh lemparan batu dari kerumunan massa yang memenuhi lapangan istana.Alya yang sedang berdiri di depan pelantang suara segera menarik diri selangkah ke belakang sementara para pengawal berseragam baja langsung membentuk barikade rapat untuk melindunginya.Batu batu besar menghantam panggung kayu hingga menimbulkan suara debuman keras yang memekakkan telinga para tamu undangan di barisan depan.Sorak sorai pemujaan yang diharapkan berubah menjadi teriakan cemoohan yang menggema sangat kuat hingga menggetarkan tiang tiang bendera di sekeliling lapangan tersebut.Maya yang berdiri di belakang kursi kebesaran tampak memucat sambil mendekap putra Alya dengan sangat erat guna menghindari pecahan benda tajam yang mulai berterbangan.Alya menatap ke arah kerumunan massa dan ia melihat spanduk spanduk kain hitam bertuliskan penolakan terhadap kepemimpinan seorang wanita yang dia
Terakhir Diperbarui : 2026-02-12 Baca selengkapnya