Home / Romansa / Gelora Berbahaya Dokter Tampan / Bab 30 Aku Butuh Bukti

Share

Bab 30 Aku Butuh Bukti

last update Last Updated: 2026-01-12 15:29:33

"Aaahh..."

Airin terkejut, ketika Dokter Raditya menarik tubuh ke dalam pelukannya. Bahkan tanpa sungkan lelaki itu perlahan mulai meraih dan mencium bibir merahnya.

Sekuat tenaga ia berusaha meronta, mendorong dada bidang Raditya namun tenaganya tak sebanding. Airin akui entah ada getaran apa dalam dirinya sampai ia tanpa sadar merasakan sensasi yang berbeda sampai seluruh bulu tubuhnya meremang.

"Ini tidak benar!" Airin merutuki diri sendiri, dengan sekuat tenaga mulai mengigit bibir Raditya, sampai bibir mereka berdua yang tadinya menyatu perlahan mulai terlepas.

"Cukup! Aku sudah memenuhi semua keinginanmu Dokter Raditya, sekarang kembalikan barang milik ku," Pinta Airin untuk kesekian kalinya.

Raditya menyusut bibir atasnya, yang mulai mengeluarkan darah. Sebagai seorang pria yang selalu berpegang pada komitmen kini ia pun memberikan jam tangan yang di minta Airin, walaupun jujur jauh dari lubuk hatinya tak rela.

"Apakah ini begitu berharga bagi mu nona Airin?" Suara khas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 30 Aku Butuh Bukti

    "Aaahh..." Airin terkejut, ketika Dokter Raditya menarik tubuh ke dalam pelukannya. Bahkan tanpa sungkan lelaki itu perlahan mulai meraih dan mencium bibir merahnya. Sekuat tenaga ia berusaha meronta, mendorong dada bidang Raditya namun tenaganya tak sebanding. Airin akui entah ada getaran apa dalam dirinya sampai ia tanpa sadar merasakan sensasi yang berbeda sampai seluruh bulu tubuhnya meremang. "Ini tidak benar!" Airin merutuki diri sendiri, dengan sekuat tenaga mulai mengigit bibir Raditya, sampai bibir mereka berdua yang tadinya menyatu perlahan mulai terlepas. "Cukup! Aku sudah memenuhi semua keinginanmu Dokter Raditya, sekarang kembalikan barang milik ku," Pinta Airin untuk kesekian kalinya. Raditya menyusut bibir atasnya, yang mulai mengeluarkan darah. Sebagai seorang pria yang selalu berpegang pada komitmen kini ia pun memberikan jam tangan yang di minta Airin, walaupun jujur jauh dari lubuk hatinya tak rela. "Apakah ini begitu berharga bagi mu nona Airin?" Suara khas

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 29 Permintaan Gila

    "Dokter Radit! tolong jangan bercanda. Aku tidak punya waktu untuk itu." Airin menolak tegas. Raditya menyeringai sinis, tentu saja lelaki bersuara khas berat itu tetap pada pendiriannya. Dan tidak ingin di tolak. "Siapa yang bercanda, kalau tidak mampu jangan harap jam ini lagi." Tegur Raditya terdengar menekan. Wanita cantik itu menghela nafas berat, lalu meraih sendok dan mengambilkan makanan kesukaan Raditya dari jaman kuliah dulu. "Dibuka mulutnya." Cetus Airin terlihat begitu canggung. Raditya reflek membuka bibirnya, meskipun melihat Airin begitu terpaksa menyuapinya. Tangan Airin terlihat sangat gemetar ketika menyodorkan satu suap spaghetti kesukaan Radit, perasaan sangat tak karuan. Tanpa sungkan Raditya mengatakan jika dia tidak menyangka jika Airin masih ingat makanan kesukaannya padahal sudah beberapa tahu mereka tidak bertemu. "Makanan ini sangat enak apa lagi tangan kamu yang memberikannya," Sanjung Radit, lalu dia pun mengambil sendok dan mulai membalas suapan A

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 28 Suapi Aku

    "Silahkan Nona," Ujar pelayan resto mempersilahkan. Airin hanya mengangguk lalu mulai masuk ke dalam, langkahnya terlihat pelan dan meragu. "Terima kasih mbak," Balas Airin. Terlihat punggung tegap berbalut jas formal begitu rapih tengah membelakangi, membuat jantung Airin berdegup sangat kencang. "Hmm, maaf apa sudah menunggu lama?" Airin membuka topik pembicaraan terlebih dahulu. Raditya pun memutar badan dan menatap Airin di iringi senyuman smrik penuh arti. "Nona Airin datang juga duduklah," Ucap Raditya menyambut antusias lalu menggeser kursi dan mempersilahkan Airin duduk. Airin masih mematung, perasaannya masih ragu. Karena seharusnya ia tidak menemui pria lain di belakang suaminya tapi demi mengembalikan kepercayaan membuatnya tak ada jalan lagi. "Kenapa terlihat ragu?" Pertanyaan Raditya membuat Airin tersontak kaget, lalu dengan ia berjalan mendekati dan duduk. "Terima kasih." Ungkap Airin terdengar pelan, sampai tak berani menatap wajah lelaki yang ada di depannya.

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 27 Apa Maksudnya?

    "Bu, ini makanannya semoga suka." Airin menyiapkan beberapa menu yang telah di masak di meja makan. Nyonya Rosa yang sudah berpenampilan Hedon pun mulai duduk lalu menatap satu persatu dengan raut wajah yang sombong dan arogan. Lalu sedikit demi sedikit mulai mencicipinya. "Gimana rasanya ibu suka tidak?" Tanya Airin memastikan. Seraya mengulum senyum ramah. Bukannya mendapat respon baik, malah ibu mertuanya semakin mencibir dirinya. "Masakan mu tidak pernah istimewa, jangan mengalihkan pembicaraan, katakan gimana pengobatan mu berhasilkan?" Cecar Nyonya Rosa. Airin tersentak, wajahnya memucat bahkan bibirnya seolah terkunci ketika mendapatkan satu pertanyaan yang sulit di jawab. "Kenapa malah diam, jangan bilang pengobatan mu gagal lagi?" Sindir Rosa tersenyum sinis. "Tidak ko Bu, sekarang ada sudah cukup pilih ko," Tukas Airin, tidak mau jika sampai ibu mertuanya lebih membuat hubungannya dengan sang suami semakin buruk. Nyonya Rosa meminta Airin agar memegang kata-katanya, j

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 26 Kecemasan Dokter Raditya

    "Apa! Kamu ingin mencari Dokter baru lagi? Kenapa Rin. Padahal Dokter di rumah sakit Pramedika itu semua terbaik dan banyak pasien yang sembuh juga." Pekik Tasya sedikit terheran. Setelah mendengar Airin agar di bantu mencari kenalan Dokter lain. Airin sempat terdiam sejenak, karena awalnya sedikit sulit menjawab, tapi ia berusaha mencari alasan yang tepat. "Sya, aku tahu Dokter di sana cukup handal, tapi masalahnya yang nangani aku itu seorang Dokter pria, mas Adrian pasti tidak senang kalau tahu." Keluh Airin. Tasya berpikir sejenak, dan mulai mengerti maksud dan kekhawatiran sahabat sekaligus bosnya itu. Dan dia akan berusaha membantu Airin mencari seorang kenal Dokter lain lagi. Airin merasa senang, dia sangat berterima kasih pada Tasya, meskipun awalnya sempat di desak agar berterus terang tentang identitas Dokter konsultasinya saat ini. SssSuara panggilan kembali terdengar di ponsel Airin, terlihat id penghubung adalah ibu mertuanya membuat Airin tidak ingin membuang waktu

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 25 Harapan Airin

    Satu hari kemudian, Airin menghela nafas lega setelah ia selesai membantu sang ayah makan dan meminumkan obat. Mengingat besok Adrian akan pulang, dia memutuskan meminta ijin pada ibu tirinya untuk pulang ke rumah lebih dulu. "Bu, aku titip ayah dulu. Besok mas Adrian akan pulang jadi aku harus menyiapkan beberapa hal di rumah," Kata Airin menghampiri. Inge yang dari tadi sibuk pada layar ponselnya pun perlahan menutupnya, lalu beranjak dari tempat duduk. "Ingat Airin, kamu harus membuat Adrian senang, dan jangan lupa permintaan ibu kemarin, jika kamu masih ingin ayah mu sehat lagi," Bisiknya mewanti-wanti. Tak ingin banyak berdebat lagi, Airin mengangguk patuh dan ia berkata semuanya akan di usahakan. Inge menyeringai, ia cukup puas dengan jawaban putri tirinya. Tak lupa juga bertanya bagaimana tentang pengobatannya juga. Melihat ekspresi wajah Airin hanya diam membuat Inge tersulut emosi. "Airin! Kamu dengar pertanyaan ku? Jangan bilang nanti kalau Adrian pulang protes lagi pa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status